Al Gazani Dwi Sugandi
Muhammad Al Gazani Dwi Sugandi lahir di di Batam pada 6 Januari 2008, adalah pemain sepak bola Indonesia yang membela klub ibu kota, Persija Jakarta, dan memperkuat barisan Tim Nasional Indonesia U-17. Di mana darah sepak bola mengalir deras dalam keluarga Alghazani. Ayahnya, Yendra Ghandi, yang berasal dari Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, adalah seorang penjaga gawang di PS Batam. Jejak sang ayah diikuti oleh ketiga saudara Alghazani. Rivaldo Dwi Sugandi, sang kakak sulung, berposisi sebagai penyerang di Liga 3. Buffon Dwi Sugandi, saudara kedua, mengamankan gawang di Liga 2. Bahkan si bungsu, Karem Benzema Sugandi, juga memilih jalur menyerang. Lingkungan keluarga yang kental dengan aroma lapangan hijau ini tentu menjadi fondasi kuat bagi kecintaan dan bakat Alghazani terhadap si kulit bundar. Ibunya, Dewi Suhanti, yang berasal dari Aia Putiah, Nagari Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, turut memberikan dukungan moril yang tak ternilai harganya.
Ketertarikan Alghazani pada sepak bola bersemi sejak bangku Sekolah Dasar. Di bawah bimbingan sang ayah, ia mulai mengasah kemampuan dasarnya. Langkah selanjutnya adalah bergabung dengan akademi sepak bola Farmel Isvil, sebuah wadah yang tepat untuk mengembangkan potensi mudanya secara terstruktur. Di sinilah disiplin, teknik, dan pemahaman taktik mulai ditanamkan, membentuk Alghazani menjadi pemain yang lebih matang. Karier profesional Alghazani mulai menanjak ketika ia bergabung dengan Elite Pro Academy (EPA) Persija Jakarta. Di tim muda Macan Kemayoran ini, bakatnya semakin terasah dalam kompetisi yang lebih ketat. Kepercayaan yang diberikan klub ibu kota tidak disia-siakan oleh Alghazani. Penampilannya yang solid dan visi bermain yang matang di lini tengah membuatnya dipercaya untuk mengenakan nomor punggung 17, sebuah kehormatan bagi pemain muda.
Puncak dari perkembangan Alghazani adalah ketika ia mendapatkan panggilan untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia U-17. Bermain di level internasional memberikan pengalaman berharga dan membuka matanya terhadap standar sepak bola yang lebih tinggi. Sebagai seorang gelandang bertahan, Alghazani memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan tim, memutus serangan lawan, dan mendistribusikan bola dengan cerdas. Kepercayaan pelatih kepadanya menunjukkan potensi besar yang dimilikinya untuk menjadi pemain kunci di masa depan. Saat ini Algazani sedang mempersiapkan diri mengikuti Piala Dunia -U17.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh