DARIUS FACHRUDDIN

Darius Fachruddin merupakan sosok yang merepresentasikan perpaduan langka antara kecemerlangan intelektual teknis, ketanggu-han kewirausahaan, dan kedalaman spiritual. Lahir pada tahun 1938 di Situjuh Batur, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, ia tumbuh dalam ekosistem keluarga yang kental dengan nilai-nilai perjuangan dan religiusitas. Sebagai putra dari H. Fachruddin Hs Datuk Majo Indo—seorang ulama besar, pendiri PERMI, dan penyusun ensiklopedia Quran—Darius mewarisi semangat pengabdian yang kemudian ia manifestasikan dalam dua dunia yang berbeda: industri elektrik dan dakwah Islam.

Pendidikan Darius dimulai dengan fondasi yang kuat di SMA Birugo, Bukittinggi, di mana ia lulus pada tahun 1956. Hasratnya pada ilmu pengetahuan membawanya merantau ke tanah Jawa untuk menimba ilmu di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di kampus teknik tertua di Indonesia tersebut, ia mendalami jurusan Elektro, sebuah bidang yang saat itu merupakan pilar vital bagi pembangunan infrastruktur nasional yang baru merdeka. Gelar Insinyur yang diraihnya tidak hanya menjadi hiasan akademis, tetapi menjadi bahan bakar untuk membangun kemandirian ekonomi. Pada tahun 1966, Darius mendirikan PT Industrira, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peralatan elektrik. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan ini tumbuh menjadi entitas bisnis yang diperhitungkan, membuktikan bahwa seorang putra daerah mampu bersaing di kancah industri nasional yang kompetitif.

Meski sukses di dunia korporat, orientasi hidup Darius tidak berhenti pada akumulasi materi. Ia dikenal luas sebagai tokoh sentral dalam gerakan Jamaah Tabligh di Indonesia, bahkan dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Syuro. Di bawah bimbingannya, gerakan dakwah ini menekankan pada perbaikan diri, silaturahmi, dan usaha memakmurkan masjid tanpa terlibat dalam politik praktis. Keterlibatannya dalam dunia dakwah memberikan keseimbangan pada profilnya sebagai pengusaha. Baginya, profesionalisme dalam bekerja di PT Industrira dan ketulusan dalam berdakwah adalah dua sisi mata uang yang sama-sama bertujuan untuk mencari keridaan Sang Pencipta.

Keberhasilan Darius juga tak lepas dari dukungan keluarga yang berpendidikan tinggi. Ia merupakan saudara dari tokoh-tokoh hebat, termasuk Dr. Muhammad Irfan Fachruddin yang menjabat sebagai Hakim Agung di Mahkamah Agung RI. Dari pernikahannya, Darius dikaruniai dua orang putra, Alexander Cyrus dan Indra Almahdy, yang terus membawa nama baik keluarga besar Fachruddin. Ir. H. Darius Fachruddin berpulang ke rahmatullah pada 1 September 2013 di Jakarta. Ia meninggalkan warisan berupa integritas sebagai pengusaha yang jujur dan dedikasi sebagai pendakwah yang rendah hati. Perjalanan hidupnya dari Situjuh Batur hingga ke pucuk pimpinan Dewan Syuro Jamaah Tabligh adalah sebuah memoar tentang bagaimana teknologi dan iman bisa berjalan beriringan untuk kemaslahatan umat.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url