DR. Ir. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc, IPU

 

Herman Darnel Ibrahim—lengkapnya DR. Ir. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc, IPU atau akbrab dipanggil HDI—adalah teknokrat, ahli energi,  dan politikus di Indonesia. Ia lahir 15 April 1954 di Talang Maur, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota. Ia anak sulung dari 7 bersaudara dan ayahnya bernama Ibrahim Datuk Muaro dan ibunya bernama Rasyidah. Ia menikah dengan Dewita dan dikaruniai 3 orang anak yaitu Putti Permatahati Darnel, Rani Permatadewi Darnel, dan Kennet Intansati Darnel.

              HDI menjalani masa kecil di kampung halamannya denga bersekolah di SD Negeri Talang Maur (1966), SMP Negeri Dangung-dangung (1969), dan SMA Negeri 1 Payakumbuh (1972). Selanjutnya ia meneruskan Program S1 di Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (1978), sedangkan Program S2 ia tempuh di UMIST, Manchester, Inggris, dalam bidang Power System Analyses, lalu Program S3 ia lanjutkan di ITB dalam bidang energi dan tenagakelistrikan (2004). Dan berkarir sebagai anggota Dewan Energi Nasional (2009), Direktur Transmisi dan Distribusi PT PLN Persero (2003—2008), Direktur (Senior Vice President) Sistem dan Sumberdaya Manusia PT. Indonesia Power (2000—2003), Komisaris Utama PT Cogindo Daya Bersama (2000—2004). Di samping itu, HDI juga mengikuti beberapa kursus internasional di antaranya Extra High Voltage Detail Design di New Castel Inggris (1983), Java Control System Design Paris, Perancis (1985), Integrated Resource Planning di San Fransisco, USA (1995), dan System Dynamic di Boston, USA (2001). Pada tahun 2009, HDI diangkat sebagai Adjunct Professor di Universiti Tenaga Nasional (UNITEN), Selangor, Malaysia. 

              HDI adalah anggota Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) di Indonesia periode 2020—2025 (untuk kedua kalinya) yang berdasarkan undang-undang maka ketuanya adalah Presiden RI dan wakilnya dalah Wakil Presiden RI . DEN memiliki anggota 16 orang yang terdiri dari 8 menteri yang tugasnya berkaitan dengan energi dan 8 orang pemangku kepentingan yang dipilih melalui proses seleksi dan uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Tugas pokok DEN adalah Merumuskan Kebijakan Energi Nasional; menetapkan Rencana Umum Energi Nasional; Menetapkan Kondisi Krisis dan Darurat Energi Nasional serta Langkah-langkah Penanggulangannya; Mengawasi Implementasi Kebijakan Energi yang Bersifat Lintas Sektor; Mengatur Jenis, Jumlah, Waktu, Lokasi Cadangan Penyangga Energi Nasional.

Selain sebagai anggota DEN, HDI juga aktif menjadi Dosen Program S2 Manajemen Energi dan Ketenagalistrikan Universitas Indonesia. Pada tahun 2019 HDI juga dinobatkan Rektor UNP sebagai Dosen Luar Biasa. Dan jabatan penting sebelumnya adalah Anggota DPD—MPR RI periode 2014—2019 (PAW 2019), Anggota DEN (2009—2014), Direktur Transmisi dan Distribusi PT. PLN Persero (2003—2008), Komisaris PT Cogindo Daya Bersama (2000—2004), Direktur Sistim dan Sumber Daya Manusia PT. Indonesia Power (2000—2003), Direktur Pengembangan dan Niaga PLN PJB I (1998—2000), Direktur Utama PT Cogindo Daya Bersama (anak perusahaan PJB I) 1998—1999).

HDI juga aktif sebagai penggiat keenergian di antaranya sebagai Ketua Dewan Pakar MASKEEI, Dewan Pakar Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia, Dewan Pakar BKE PII, Dewan Pakar Asosiasi Energi Surya Indonesia, dan juga Dewan Pembina Masyarakat Terbarukan Indonesia, Dewan Pembina Asosiasi Tenaga Air Indonesia, dan Dewan Penasihat Asosiasi Panasbumi Indonesia. Selain itu, HDI juga pernah menduduki pimpinan organisasi internasional di antaranya Vice President International Geothermal Association (2013—2016), Chairman Asia Ocenia Regional Council CIGRE (Council International des Grandes Reseaux Electric) 2008—2010, dan Ketua CIGRE Indonesia sejak 2006.  

Ketika menjabat direktur PLN 2003—2008 beberapa hasil kerja yang penting di antaranya menyelesaikan pembangunan transmisi 150 kV (kilovolt) Sumut—Banda Aceh (2004), Interkoneksi 150 kV Sumatera meliputi Sumsel—Sumbar, Sumbar—Jambi, Riau—Sumut (2006—2007), Transmisi 50 kV Tanjung Jati—Unggaran dan Jawa Jalur Selatan Yogya—Tasik—Depok. Selain itu juga membentuk satuan PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Sumatera yang berkantor di Padang (pada 2011 manajemen PLN memindahkannya ke Pekanbaru), membentuk PLN cabang (sekarang UP3 Payakumbuh), dan mengimplementasikan pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB) system 500 kV.

Sebagai teknokrat, HDI juga melahir karya tulis buku yaitu Energi Selamatkan Bumi (2014), da kontributor tulisan untuk buku yang di antaranya: Gaya Orang Media Mengelola Perusahan Listrik di Buku Indonesia Habis Gelap Terbitlah Terang (Dahlan Iskan), Basril Djabar Tokoh Sumatera Barat yang Unik di buku Biografi Basril Djabar, Tokoh Sumatera Barat,  Kiat Sukses: Belajar Tak Pernah Henti, Beri Sebelum Diminta dan Selalu Berikan yang Terbaik di buku Saudagar Minang 2007, kontributor di buku Biografi 70 Tahun Ahmad Syafii Maarif, dll.  

 

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url