Fajar Rillah Vesky
M. Fajar Rillah Vesky lahir 24 Februari 1986 di Nagari Tungkar, Lima Puluh Kota, adalah seorang wartawan, penulis dan politisi. Saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota. Sebagai politisi muda Partai Golkar, ia menjadi lulusan terbaik program YPL-16 Golkar Institute. Sebelumnya, ia bekerja di Padang Ekspres (Jawa Pos Group) dan pernah menjadi anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Padang. Tercatat sebagai pemegang sertifikat wartawan utama dalam data sertifikasi wartawan di Dewan Pers.
Masa kecilnya pernah dilalui di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sebelum ayahnya yang berdagang kain di Tanah Abang, gulung tikar dan pulang kampung ke Sumatera Barat. Saat masih bersekolah di SDN 26-28 Situjuh Batur (kini SDN 01 Situjuah Batua), ia sudah membantu kehidupan orang tuanya, dengan menjual jajanan keliling kampung, menjadi kernet mobil angkutan perdesaaan, buruh angkut buah pisang, dan tukang petik buah manggis. Ketika bersekolah di MTSN Situjuah Batur (kini MTSN 5 Limapuluh Kota), ia menjadi dai cilik dan memenangkan sejumlah lomba pidato, khotbah jumat, baca puisi, serta MSQ. Ia juga mengurus majalah dinding sekolah dan mulai menulis untuk media massa lokal di Payakumbuh.
Semasa menimba ilmu di SMAN 1 Situjuah Limo Nagari, ia yang Ketua OSIS, tidak naik kelas atau tinggal kelas. Beberapa bulan usai memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan SPP dan kenaikan uang pembangunan tanpa rapat dengan wali murid. Meski tinggal kelas, tapi semasa SMA itu, ia menjadi pemenang pertama Lomba Cerpen Remaja Sumbar yang digelar Balai Bahasa Padang dan pemenang kedua Lomba Cipta Puisi Pelajar yang digelar Dewan Kesenian Sumatera Barat. Ia juga pemenang Olimpiade Komputer Pelajar SMA tingkat Kabupaten Limapuluh Kota. Cerpennya saat SMA, Paman Pemakan Tanah terhimpun dalam buku Balerina: Antologi Cerpen Remaja Sumatra Barat—Padang, Balai Bahasa Padang, 2007. Sedangkan puisinya, Dua Episode Pacar Merah terhimpun dalam buku "Dua Episode Pacar Merah": Antologi Puisi Sumatera Barat, 2005.
Semasa SMA, ia menulis esai berjudul Jangan Paksa Kami Ujian Nasional yang dimuat di laman Humaniora, Harian Kompas. Esai ini menyuarakan penolakan pelajar di Indonesia, terhadap Ujian Nasional SMA yang dijadikan syarat utama penentuan kelulusan siswa saat itu. Dan masih di usia SMA, ia sudah bekerja untuk sejumlah media cetak terbitan Sumbar. Di antaranya, menjadi Redpel Mingguan Rakyat Mandiri (Payakumbuh), Redaktur Mingguan DekadePos (Payakumbuh), Redaktur Mingguan Deteksi (Bukittinggi), Pemred Tabloid Nagari (Lima Puluh Kota), Redpel Majalah Pendidikan Sukma (Payakumbuh), Redaktur Tabloid Pendidikan Pena Indonesia (Payakumbuh).
Setemat SMA, Fajar langsung bekerja di Padang Ekspres. Mula-mula sebagai wartawan magang di Kota Padang. Kemudian, sebagai reporter di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota. Kemudian, di-BKO-kan setahun ke Bukittinggi, untuk merintis Harian Pagi Rakyat Sumbar Utara (kini Rakyat Sumbar). Hingga dikembalikan lagi ke Padang Ekspres, dengan jabatan terkhir, Kepala Perwakilan Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Bukittinggi, dan Agam Timur.
Selama menjadi wartawan, Fajar Rillah Vesky sudah menulis sejumlah buku. Di antaranya, Tambiluak, Tentang PDRI dan Peristiwa Situjuah (Pengantar Profesor Mestika Zed). Kemudian, buku sejarah 40 Tahun Payakumbuh: Dari Soetan Oesman Hingga Josrizal Zain (ditulis bersama Renda Trisnadi) dan buku sejarah 45 Tahun Payakumbuh: Tumbuh Kembang Sebuah Kota (ditulis bersama sastrawan Gus tf Sakai), Kemudian, buku biografi dan catatan kepemimpinan daerah, berjudul Josrizal Zain, Inspirasi Untuk Sumatera Barat. Selanjutnya, buku 10 Tahun Kepemimpinan Riza Falepi di Payakumbuh. Dan terakhir, buku Lida Ajer, Dari Tungkar untuk Dunia yang merupakan buku kumpulan tulisan tentang Gua Purba Lida Ajer.
Dalam perjalanan sebagai jurnalis, M. Fajar Rillah Vesky pernah meraih penghargaan PWI Awward dari Ketua PWI Pusat Margiono untuk penulisan buku sejarah "Tambiluak, Tentang PDRI dan Peristiwa Situjuah”. Kemudian, beberapa kali meraih penghargaan Rida Award dari CEO Riau Pos Rida K Liamsi untuk karya feature dan indeptnews, serta pernah masuk nominator Dahlan Iskan Award untuk kategori feature. Selain itu, juga menerima beberapa penghargan lainnya di bidang jurnalistik, sastra, dan sosial, seperti PDRI Awward atas peran serta dan keterlibatannya bersama ratusan tokoh dalam menjadikan perjuangan PDRI di Sumatera Barat. Kemudian, YARSI Awward, Rauhdatul Jannah Awward, Wartawan Peduli Sanitasi dari Pemko Payakumbuh, dan Wartawan Peduli Sosial dari Pemkab Limapuluh Kota. Kini, M. Fajar Rillah Vesky, di DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, ia tergabung dalam Komisi II, menjadi anggota Badan Anggaran (Banggar), dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh