Najib Erwin
Di dunia otomotif Sumatera Barat, nama Najib Erwin kini mulai harum sebagai representasi semangat muda yang tak kenal lelah. Berasal dari Kota Payakumbuh, sebuah daerah yang dikenal dengan kekayaan kuliner dan keindahan alamnya, Najib membuktikan bahwa bakat lokal mampu bersaing dan berbicara banyak di level nasional. Melalui kegigihannya di atas aspal, ia tidak hanya mengejar trofi, tetapi juga membawa nama baik daerahnya ke panggung yang lebih luas.
Perjalanan karier Najib Erwin dalam dunia balap motor, khususnya di kategori Vespa Racing, merupakan cermin dari dedikasi dan kerja keras. Salah satu pencapaian puncaknya yang baru saja diraih terjadi pada ajang bergengsi Scooter Prix di Sentul International Karting Circuit, Bogor, pada 30 Juni 2024. Dalam kompetisi yang mempertemukan para pembalap papan atas dari seluruh Indonesia tersebut, Najib menunjukkan kelasnya dengan meraih podium di dua kelas yang berbeda. Najib sukses menyabet Juara 1 di kelas 2T Tune Up Pemula, mengungguli 25 pembalap lainnya. Tak berhenti di situ, ia juga berhasil mengamankan posisi Runner-up (Juara 2) di kelas 2T FFA Large Frame Open, sebuah kelas yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Mengendarai Vespa Tune Up 180cc bersama tim Rowstid Chikin' Racing dan Vespa Palembang, performanya di lintasan Sentul menjadi bukti nyata bahwa teknik dan mentalitasnya telah matang untuk bersaing di level elit.
Keberhasilan Najib tentu tidak datang secara instan. Dukungan keluarga, terutama dari kakak kandungnya, Firqi Erwin, menjadi pilar penting di balik ketangguhannya. Bagi keluarganya, Najib adalah sosok yang harus tetap rendah hati meskipun telah mengukir prestasi. Pesan untuk selalu disiplin dalam latihan rutin menjadi kunci agar konsistensi prestasinya tetap terjaga. Melalui akun Instagram pribadinya, @najib_e.126, kita dapat melihat sisi lain dari sang pembalap. Angka "126" yang identik dengannya bukan sekadar nomor start, melainkan simbol identitas perjuangan di lintasan balap. Di sana, ia membagikan momen-momen saat memacu adrenalin, kedekatannya dengan komunitas, serta proses di balik layar yang jarang diketahui publik. Hal ini menginspirasi banyak pemuda di Payakumbuh dan Sumatera Barat untuk berani bermimpi dan menyalurkan hobi mereka ke arah yang positif dan berprestasi.
Ambisi Najib Erwin sangat jelas: ia ingin terus mengukir prestasi di setiap perlombaan guna mengharumkan nama Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Sumatera Barat secara umum. Di tengah keterbatasan fasilitas sirkuit di daerah, Najib membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi mereka yang memiliki tekad baja. Ia adalah contoh nyata bagaimana gairah (passion) yang dikelola dengan profesionalisme dapat melahirkan prestasi yang membanggakan. Ke depan, dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sangat diharapkan agar talenta seperti Najib dapat terus melesat, menaklukkan setiap tikungan lintasan, dan mengibarkan bendera kemenangan di kancah internasional.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh