Pria Takari Utama

 

Pria Takari Utama, S.H., M.Kn lahir di Sungai Durian, Lamposi Tigo Nagori, Payakumbuh, adalah sosok yang unik dalam dunia sastra Indonesia. Ia bukan hanya seorang penyair yang piawai merangkai kata, tetapi juga seorang notaris yang berkecimpung dalam dunia hukum. Kombinasi dua profesi yang tampak bertolak belakang ini justru menjadi kekuatan tersendiri bagi Pria Takari Utama. Sebagai penyair, Pria Takari Utama dikenal dengan karya-karyanya yang sarat makna dan reflektif. Ia mampu menangkap berbagai fenomena sosial dan kehidupan sehari-hari, kemudian menuangkannya dalam bentuk puisi yang indah dan menggugah. Puisi-puisinya seringkali menyentuh isu-isu kemanusiaan, keadilan, dan cinta kasih.

Salah satu momen yang menunjukkan kepeduliannya adalah ketika ia menginisiasi penulisan buku puisi tentang tragedi Sungai Aare yang menimpa Emmeril Khan Mumtadz, putra Ridwan Kamil. Hal ini menunjukkan kepekaan Pria Takari Utama terhadap peris-tiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarnya, serta kemampuannya untuk menggerakkan orang lain melalui karya sastra. Di sisi lain, sebagai notaris, Pria Takari Utama memiliki pemahaman yang mendalam tentang hukum dan administrasi. Ia terbiasa berurusan dengan dokumen-dokumen penting dan kompleks, serta meng-hadapi berbagai persoalan hukum yang dihadapi masyarakat. Profesi ini menuntutnya untuk bersikap teliti, cermat, dan profesional. Kombinasi antara dunia sastra dan hukum ini memberikan perspektif yang luas bagi Pria Takari Utama. Ia mampu melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang, baik dari sisi kemanusiaan maupun hukum. Hal ini tercermin dalam karya-karyanya, yang seringkali mengandung kritik sosial dan refleksi filosofis. 

 

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url