Saiful Bahri

 

Saiful Bahri yang menciptakan lagu kebangsaan Malaysia yang berjudul NEGARAKU. Beliau berasal dari Suliki Baruah, Nagari Suliki, Lima Puluh Kota. Lahir 19 September 1924 dan meninggal dunia di Tokyo, Jepang, 5 Desember 1976. Beliau alumni INS Kayu Tanam. Ayahnya bernama Ilyas Dt. Tunggak dan ibunya bernama Luki. Sukunya Chaniago dari kaum Dt. Patiah. Beliau bersaudara sebanyak 11 orang yaitu: Danilas, Bachtul Nazar, Maizar, Syaiful Bahri, Ina, Mustafa Kemal Redha (sutradara), dr Zulmadiar Ilyas (istri dr. Saidal Bahaudin ketua PBB Sumbar), Radiatul Salma, dr. Zulmeini Ilyas, Zahlul (mantan wartawan harian bisnis Indonesia), Riza. Sebelum Syaiful Bachri pindah ke Semenanjung dan mencipta Anthem Diraja Malaysia. Tokoh musik ini pernah memimpin Orkestra Studio Djakarta. Beliau juga alumni dari INS Kayutanam.

Saiful Bahri lahir 19 September 1924 di Suliki Baruah, Nagari Suliki, Lima Puluh Kota, dan meninggal pada 26 Desember 1976 di Tokyo Jepang. Saiful adalah sosok musisi, komposer, dan penulis lagu yang memiliki kontribusi besar dalam dunia musik Indonesia dan Malaysia. Bakat musiknya telah terasah sejak mengenyam pendidikan di INS Kayutanam. Perjalanan karirnya yang gemilang membawanya menjadi salah satu tokoh musik paling berpengaruh di era 1950-an hingga 1960-an.

Saiful Bahri bersuku Caniago dari kaum Dt. Perpatiah. Ayahnya bernama Ilyas Dt. Tunggak dan ibunya bernama Luki. Sedangkan saudara-saudaranya yaitu Danilas, Bachtul Nazar, Maizar, Ina, Muarafa Kemal Redha (sutradara), dr. Zulmadiar Ilyas (istri dr Saidal Bahaudin ketua PBB Sumbar), Radiatul Salma, dr. Zulmeini Ilyas, Zahlul (mantan wartawan harian bisnis Indonesia), Riza. Dan pada tahun 1941, Saiful Bahri merantau ke Jakarta dan bergabung dengan Orkes Studio Jakarta (OSD) sebagai pemain saksofon dan biola. Di bawah kepemimpinannya, OSD berkembang menjadi kelompok musik yang disegani. Ia juga aktif dalam pembuatan rekaman piringan hitam (PH) dan ilustrasi musik untuk film-film produksi Perfini, Persari, Bintang Surabaya, dan Golden Arrow. Pada tahun 1952, ia bahkan sempat menunjukkan bakat aktingnya dalam film "Terimalah Laguku".

Citra musik Saiful Bahri sangat melekat pada aransemen-aransemen yang dibawakan oleh OSD. Dengan bantuan para aransir handal seperti Ismail Marzuki, Mochtar Embut, Jos Cleber, Iskandar, dan Abubakar Alhabsyi, ia menciptakan aransemen-aransemen intuitif dan sederhana yang mudah dinikmati. Salah satu karya monumentalnya adalah komposisi musik untuk film "Tiga Dara" (1956), yang mengantarkannya meraih Piala Citra untuk Tata Musik Terbaik di Festival Film Indonesia 1960.

Pada masa Konfrontasi Indonesia-Malaysia tahun 1963, Saiful Bahri hijrah ke Malaysia dan melanjutkan karirnya di sana. Ia aktif di lembaga kebudayaan dan seni negara, seperti Orkes Radio Malaya dan Filem Negara Malaysia. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah menggubah lagu kebangsaan Malaysia, "Negaraku" (1957). Ia juga menciptakan lagu mars militer Malaysia, "Prajurit Tanah Air", serta lagu-lagu populer lainnya seperti "Berjaya", "Muhibbah", dan "Kenangan Masa". Selain itu, ia juga menggubah lagu negara bagian Selangor, "Duli Yang Maha Mulia" dan lagu Melaka, "Melaka Maju Jaya". Untuk menghindari deteksi mata-mata Indonesia, ia menggunakan nama samaran Surya Buana selama berada di Malaysia.

Saiful Bahri wafat di Tokyo pada tahun 1976 saat sedang menggarap ilustrasi musik film "Wulan Di Sarang Penyamun". Jenazahnya dibawa kembali ke Jakarta dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik Indonesia dan Malaysia. Namun, karya-karyanya yang abadi akan terus dikenang dan dinikmati oleh generasi mendatang. Keahliannya dalam bermain berbagai alat musik, menggubah lagu, dan memimpin orkestra telah menghasilkan karya-karya yang tak lekang oleh waktu. Ia adalah maestro musik yang namanya akan selalu dikenang dalam sejarah musik kedua negara.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url