Sanur Mamak

 

Agusti Yarman, yang lebih akrab disapa dengan panggilan Sanur Mamak, merupakan seorang figur seniman yang berakar kuat di tanah kelahirannya dari Nagari Tiakar, Payakumbuh. Ia bersuku Suku Dalimo Panjang di bawah pasukuan Dt. Dano Nan Hitam. Keterikatan pada struktur adat ini memberikan landasan moral dan kultural yang kuat bagi Sanur, meskipun ia bergerak di bidang seni modern, nilai-nilai tradisional dan penghormatan terhadap garis keturunan tetap menjadi prinsip yang ia pegang teguh.

Nilai-nilai luhur dalam dirinya tak lepas dari didikan kedua orang tuanya, Abdul Muluk dan Syamsuna. Sebagai anak yang tumbuh dalam bimbingan keluarga tersebut, Agusti berhasil menyerap semangat kerja keras dan kecintaan terhadap budaya. Keharmonisan keluarga ini pun diteruskan oleh Agusti dalam perannya sebagai orang tua, di mana ia mencurahkan kasih sayang dan memberikan dukungan penuh bagi masa depan buah hatinya yang bernama Amad Cello. Di ranah profesional dan kreatif, nama Sanur dikenal luas sebagai seorang gitaris berbakat. Ia merupakan pilar penting dalam Komunitas Seni Intro, sebuah wadah kesenian yang berbasis di Payakumbuh. Melalui petikan gitarnya, ia tidak hanya memainkan nada, tetapi juga menghidupkan suasana dan memberikan ruh pada setiap penampilan komunitas tersebut. Kepiawaiannya dalam mengolah instrumen dawai menjadikannya sosok yang disegani di kalangan musisi lokal.

Salah satu kontribusi terbesar Sanur bersama Komunitas Seni Intro adalah pengembangan musikalisasi puisi. Kegiatan ini merupakan kolaborasi estetis yang memadukan kedalaman makna puisi dengan harmonisasi musik untuk mengekspresikan nilai budaya dan emosi. Melalui medium ini, Sanur dan rekan-rekannya berusaha memperluas apresiasi sastra di tengah masyarakat, mengubah pembacaan puitis yang kaku menjadi pertunjukan yang dinamis dan menyentuh jiwa melalui iringan musik yang tepat.

Dedikasi Agusti dalam bermusik telah membawanya melintasi batas negara. Pengalaman internasionalnya tercatat saat ia mengunjungi Malaysia, di mana perjalanan tersebut tidak hanya sekadar kunjungan biasa, tetapi juga menjadi sarana pertukaran budaya dan perluasan wawasan seni. Pengalaman di negeri jiran ini memperkaya referensi musikalnya, yang kemudian ia bawa pulang untuk memperkuat identitas musik komunitasnya di tanah air. Secara keseluruhan, Sanur adalah representasi seniman lokal yang mampu menjaga keseimbangan antara identitas adat dan eksplorasi seni kontemporer. Melalui petikan gitarnya di Komunitas Seni Intro, ia terus konsisten memperkenalkan sastra kepada khalayak luas. Sosok Sanur Mamak membuktikan bahwa dengan berpijak pada akar budaya yang kuat, seorang seniman dapat terbang tinggi membawa pesan-pesan puitis yang melampaui sekat-sekat geografis.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url