Wannofri Samry

 

Dr. Wannofri Samry, M.Hum, adalah sosok intelektual yang lahir di Lima Puluh Kota, pada 28 November 1967. Ia dikenal sebagai seorang pengajar, peneliti, dan penyair yang memiliki kontribusi signifikan dalam bidang sejarah dan sastra, khususnya di Sumatera Barat. Saat ini, Dr. Wannofri Samry aktif mengajar di Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Padang. Beliau memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, dengan gelar S1 Sejarah dari Universitas Andalas, S2 Sejarah dari Universitas Indonesia, dan pendidikan S3 (PhD) di Universitas Kebangsaan Malaysia, Selangor. Jabatan akademiknya adalah Lektor Kepala dengan golongan IV.a.

Bidang keilmuan yang ditekuni Dr. Wannofri Samry adalah sejarah pers. Sebagai peneliti, beliau telah menghasilkan berbagai karya riset dan tulisan yang sebagian telah dibukukan. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Informasi, Dokumentasi dan Kesejarahan (PUSINDOK) Universitas Andalas, yang menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian sejarah. Selain aktif di dunia akademik, Dr. Wannofri Samry juga dikenal sebagai seorang penyair. Karya-karya puisinya telah dipublikasikan di berbagai media massa daerah dan nasional, serta dalam beberapa antologi, antara lain: Rantak 8: Antologi Delapan Penyair Sumatera Barat (Padang, 1991), Rumpun: Antologi Penyair Muda Sumatera Barat (Taman Budaya Padang, 1992), Antologi Penyair Sumatera Barat (Taman Budaya Padang, 1993), Antologi Puisi Indonesia 1997 (Bandung: KSI-Angkasa, 1997), Ketika Zaman Berkisar (Forum Kajian Sastra Fakultas Sastra Universitas Andalas Padang, 2000).

Prestasi Dr. Wannofri Samry di bidang sastra juga terbukti dengan keberhasilannya meraih penghargaan dalam Sayembara Penulisan Puisi Indonesia (harapan II dan III) yang diselenggarakan Direktorat Kesenian RI tahun 1990, serta menjadi nominator Sayembara Puisi Anti Kekerasan KSI 2001. Dr. Wannofri Samry adalah sosok yang memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu sejarah dan sastra di Sumatera Barat. Melalui karya-karya penelitian dan puisinya, beliau telah memberikan kontribusi yang berharga bagi khazanah intelektual dan budaya Indonesia. Keaktifannya dalam berbagai kegiatan akademik dan budaya menunjukkan dedikasinya dalam memajukan pendidikan dan kesenian di tanah air. Saat ini ia menjabat ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia cabang Sumatera Barat.

 

 Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url