Zelfeni Wimra
Dr. Zelfeni Wimra, M.A, seorang intelektual dan sastrawan kelahiran Sungai Naniang, Lima Puluh Kota, adalah sosok yang unik dalam dunia sastra dan pemikiran Islam di Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan agama yang kuat dan kecintaan mendalam pada sastra, Zelfeni berhasil memadukan kedua dunia tersebut dalam karya-karyanya yang kaya dan menggugah. Perjalanan intelektual Zelfeni dimulai dari pendidikan agama di MTI Pasia IV Angkek, kemudian dilanjutkan dengan studi Syariah di IAIN Imam Bonjol Padang (sekarang UIN Imam Bonjol). Puncak dari perjalanan akademiknya adalah gelar Doktor dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan disertasi yang meneliti interlegalitas dalil hukum syar’i dan pemajuan kebudayaan nasional dalam randai "Sato Sakaki". Disertasi ini menunjukkan keluasan pemikiran Zelfeni yang mampu menjembatani tradisi keagamaan dengan ekspresi budaya lokal.
Kiprah Zelfeni tidak hanya terbatas pada dunia akademis. Ia juga aktif dalam berbagai kelompok kajian dan organisasi kreatif di Padang, seperti Magistra Indonesia, Mantagi Institute, Ruang Kerja Budaya, Pusat Penelitian Agama, Sosial, dan Budaya (PPASB), dan Yayasan Rantau Karya Batuah. Keterlibatannya dalam berbagai forum ini menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pemikiran kritis dan kreatif di kalangan masyarakat. Sebagai seorang sastrawan, Zelfeni telah menghasilkan karya-karya yang mendapat pengakuan luas. Kumpulan puisinya "Air Tulang Ibu" (2012) yang diterbitkan dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) menunjukkan kepekaannya terhadap isu-isu kemanusiaan dan kemampuan berbahasa yang mumpuni. Kumpulan cerpennya, seperti "Pengantin Subuh" (2009) dan "Yang Menunggu dengan Payung" (2013), berhasil meraih nominasi penghargaan bergengsi Khatulistiwa Literary Awards. Kumpulan cerpen "Ramuan Penangkal Kiamat" (2021) bahkan masuk dalam nominasi 5 Besar Kusala Sastra Indonesia, menegaskan kualitas karya-karya fiksi Zelfeni.
Selain fiksi dan puisi, Zelfeni juga menulis karya-karya non-fiksi yang bernas. Buku-bukunya seperti "Menimbang Minangkabau: Spiritualitas, Kesenian, dan Isu-Isu Kebangsaan" (2020) dan "Revolusi Gizi dan Gizi Revolusi Kehidupan dan Pemikiran Zulkarnain Agus" (2020) menunjukkan keluasan minat dan kedalaman analisisnya terhadap berbagai isu sosial dan budaya. Saat ini, Zelfeni mengabdikan diri sebagai dosen Fikih/Ushul Fikih di UIN Imam Bonjol Padang. Ia tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mereka untuk berpikir kritis dan kreatif.