Universitas Sumatera Barat, Pariaman
Universitas Sumatera Barat (UNISBAR). Foto: unisbar.ac.id
Universitas Sumatera Barat (UNISBAR) merupakan se-buah perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Kota Paria-man. Berdirinya UNISBAR merupakan hasil dari pengga-bungan beberapa perguruan tinggi sebelumnya, yang menandai sebuah langkah maju dalam dunia pendidikan tinggi di Sumatera Barat. Dan secara resmi, UNISBAR ter-bentuk melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Penggabungan ini melibatkan beberapa seko-lah tinggi, di antaranya: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nan Tongga, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sumatera Barat, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Barat. De-ngan adanya penggabungan ini, UNISBAR hadir sebagai sebuah universitas yang lebih komprehensif, menawarkan berbagai program studi yang beragam, mulai dari bidang kesehatan, ekonomi, hingga hukum.
Pendirian UNISBAR didorong oleh beberapa tujuan utama, di antaranya untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi. Dengan hadirnya UNISBAR, khususnya di wilayah Pariaman dan sekitarnya, memiliki akses yang lebih mudah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di mana UNISBAR berkomitmen untuk menghasilkan lulu-san yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, UNISBAR turut berkontribusi dalam pengem-bangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
UNISBAR menawarkan berbagai program studi yang menarik, antara lain: Bidang Kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, farmasi; Bidang Ekonomi yaitu akuntansi, manajemen; Bidang Hukum yaitu ilmu hukum. Dan sejak berdiri, UNISBAR telah memberikan kontribusi yang signi-fikan bagi masyarakat Sumatera Barat, di antaranya menye-diakan lapangan kerja. Lulusan UNISBAR banyak yang ber-kontribusi dalam pembangunan daerah, baik di sektor publik maupun swasta. Melalui berbagai kegiatan pene-litian dan pengabdian masyarakat, UNISBAR turut berpe-ran dalam mengembangkan potensi daerah, khususnya di bidang kesehatan dan ekonomi. UNISBAR juga menjadi tempat berkumpulnya para akademisi dan peneliti untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau