Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan
Kebun Binatang Bukittinggi. Foto: travel.tempo.co
Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, atau lebih dikenal sebagai Kebun Binatang Bukittinggi, memiliki sejarah panjang dan kaya yang dimulai pada masa kolonial Belanda. Dan awal mula kebun binatang ini tahun 1900-an, di mana ide awal pendirian kebun binatang di Bukittinggi digagas oleh Controleur Hindia Belanda di Fort de Kock (Bukittinggi) bernama Gravenzanden.
Pada tahun 1929, Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan didirikan dengan nama "Taman Bunga Stormpark". Awalnya, taman ini hanya berisi koleksi bunga dan tanaman hias. Dan pada tahun 1930, koleksi hewan mulai ditambahkan ke taman, menjadikannya kebun binatang. Dan di dalam perkembangannya, pada tahun 1979, Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan direnovasi dan diperluas. Dan tahun 1990, Museum Zoologi dan Museum Rumah Adat Baanjuang didirikan di dalam kompleks kebun binatang. Serta pada 2000-an, kebun binatang terus dikembangkan dengan penambahan koleksi hewan baru dan peningkatan fasilitas pengunjung.
Kebun binatang Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan saat ini merupakan salah satu kebun binatang tertua di Indonesia dan satu-satunya di Sumatera Barat. Kebun binatang ini menjadi objek wisata favorit bagi wisatawan lokal dan mancanegara, menawarkan edukasi tentang hewan dan budaya, serta panorama alam Bukittinggi yang indah.
Sedangkan fakta menariknya yaitu Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan memiliki koleksi hewan terlengkap di Pulau Sumatera. Kebun binatang ini terkenal dengan koleksi orang utan Sumatera (Pongo abelii) yang terancam punah. Dan Museum Zoologi di dalam kompleks kebun binatang menyimpan berbagai koleksi spesimen hewan yang telah diawetkan serta Museum Rumah Adat Baanjuang menampilkan arsitektur rumah adat tradisional Minangkabau.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau