Bongko, Jajanan Tradisional Khas Lima Puluh Kota
![]() |
Bongko merupakan jajanan tradisional khas Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Makanan ini biasanya muncul saat bulan puasa dan menjadi favorit untuk berbuka puasa. Adapun beberapa ciri khas bongko yaitu bahannya terbuat dari tepung beras, pandan, dan gula merah. Adonan tepung beras dimasak menjadi seperti bubur dan diberi warna hijau menggunakan daun pandan. Gula merah digunakan sebagai isian dan juga dijadikan kuah siraman. Adapun penampilannya dibungkus menggunakan daun pisang berbentuk persegi atau lonjong. Sedangkan rasanya memiliki cita rasa gurih dan manis. Gurih berasal dari tepung beras, sedangkan manis berasal dari gula merah. Dan teksturnya lembut dan kenyal dan disajikan hangat-hangat dan biasanya disiram dengan kuah gula merah cair yang dicampur dengan santan.
Bongko sering disalahartikan dengan nagasari karena sama-sama dibungkus daun pisang dan terbuat dari tepung. Namun, perbedaan utamanya terletak pada isian: bongko memiliki isian gula merah, sedangkan nagasari diisi dengan potongan pisang.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau
