Pulai (Alstonia scholaris)

 

Dalam lanskap alam Nusantara, keberadaan flora bukan sekadar penghias ekosistem, melainkan juga penanda ruang dan peradaban. Salah satu tumbuhan yang menyimpan jejak kultural sekaligus botanical yang kuat adalah pohon Pulai (Alstonia scholaris). Di Minangkabau—termasuk Payakumbuh dan daerah sekitarnya—pohon pule atau pulai telah lama berkelindan dengan ingatan kolektif masyarakat, diabadikan menjadi nama jorong, nagari, hingga sudut pemukiman, seperti Tanjung Pulai. Kehadirannya dalam bentuk toponimi menggambarkan betapa dalamnya falsafah alam takambang jadi guru diterapkan oleh generasi terdahulu dalam menandai wilayah hidup mereka.

Sejarah botani mencatat bahwa nama ilmiah Alstonia scholaris menyimpan keunikan tersendiri. Nama genus Alstonia disematkan sebagai bentuk penghormatan kepada Charles Alston, seorang profesor botani terkemuka asal Universitas Edinburgh. Sementara julukan scholaris berpaut erat dengan dunia pendidikan masa lampau, di mana kayu pohon ini sering diolah menjadi papan tulis sekolah. Pohon dari famili Apocynaceae ini tergolong jenis tanaman keras yang mampu tumbuh menjulang tinggi hingga mencapai 40 meter. Tajuknya rimbun dan melebar ke samping dengan daun-daun hijau mengkilat yang tumbuh menjari, menghadirkan keteduhan alami di tengah hangatnya alam Sumatra.

Secara morfologis, pulai memiliki keunikan fisik yang sangat khas. Batangnya berkayu coklat keabu-abuan dengan interior berwarna kuning dan menghasilkan getah putih susu yang melimpah bila ditoreh. Memasuki bulan Oktober, pulai kerap menebarkan aroma wangi yang semerbak dari gugusan bunga majemuknya yang berwarna putih kekuningan. Kendati struktur kayunya tergolong lunak dan kurang ideal untuk bahan bangunan permanen akibat sifatnya yang mudah melengkung jika berada di tempat lembap, kayu pulai sangat disukai para pengrajin untuk membuat perkakas rumah tangga, patung, serta ukiran. Tak hanya itu, kulit batangnya yang berasa pahit mengandung senyawa aktif seperti flavonoida, saponin, dan polifenol, yang sejak lama dimanfaatkan sebagai ramuan herbal peluruh demam, peneduh tekanan darah tinggi, hingga pemulih radang tenggorokan.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url