Ubah Sampah Jadi Berkah: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Payakumbuh Olah Daun Berguguran Menjadi Kompos
PAYAKUMBUH – Kawasan Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh kini
tidak hanya menjadi pusat literasi, tetapi juga menjadi contoh
pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Menindaklanjuti banyaknya
daun yang berguguran dari pohon peneduh setiap harinya, Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Payakumbuh berinisiatif
mengolah limbah organik tersebut menjadi pupuk kompos.
Kepala
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Erwan, menggerakkan seluruh staf untuk
bergotong royong membuat lubang biopori dan wadah pengolahan kompos di
sekitar kawasan kantor. Aksi ini dilakukan untuk memastikan kebersihan
lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi limbah yang ada.
Kadis Erwan menjelaskan bahwa hasil dari pengolahan ini nantinya akan kembali ke alam untuk mempercantik wajah perpustakaan.
"Dengan
tersedianya pupuk kompos nanti, maka akan digunakan untuk kebutuhan
pemupukan bunga-bunga dan tanaman pelindung di kawasan perpustakaan,"
ujar Erwan.
Aktivitas ini merupakan langkah konkret Dispusip
dalam memanfaatkan sampah di sekitar kawasan untuk difungsikan menjadi
kompos organik. Strategi yang diterapkan adalah melakukan pemilahan
sampah dari hulu, setidaknya membagi sampah menjadi tiga jenis yaitu
Sampah Basah (Organik) seperti sisa tanaman dan daun yang dapat diolah.
Selanjutnya berupa sampah kering seperti plastik dan kertas dan terakhir
yaitu sampah residu seperti Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Senada
dengan hal tersebut, Sekretaris Dispusip, Joni, menekankan pentingnya
pengumpulan bahan organik seperti sisa tanaman dan potongan rumput untuk
kelestarian tanah.
"Dengan adanya pengumpulan bahan organik ini,
termasuk sisa-sisa tanaman, potongan rumput, dan daun-daun yang
berguguran, kita dapat memperbaiki kesuburan tanah, mengurangi volume
sampah, dan menciptakan solusi pertanian berkelanjutan yang ramah
lingkungan," pungkas Joni.
Melalui gerakan ini, Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh membuktikan bahwa kesadaran
lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil di halaman kantor, sekaligus
memberikan edukasi bagi pengunjung perpustakaan tentang pentingnya
menjaga ekosistem.
