Geosite Batu Runciang di Sawahlunto
| Geosite Batu Runciang. Foto: rri.co.id |
Batu karst raksasa dengan bentuk yang unik ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Geosite Batu Runciang di Sawahlunto ini merupakan salah satu destinasi wisata yang unik dan menarik di Sumatera Barat, khususnya bagi mereka yang tertarik dengan geologi. Batu Runciang merupakan bagian dari Geopark Sawahlunto yang telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional.
Batu Runciang ini terbentuk dari batu gamping yang diperkirakan berusia sekitar 299 juta tahun. Ini berarti batu ini sudah ada jauh sebelum dinosaurus muncul di Bumi. Dan Batu Runciang merupakan contoh fenomena eksokars yang sangat baik. Eksokars adalah bentang alam karst yang terlihat di permukaan bumi, seperti pinnacle (batuan yang menjulang tinggi) yang menjadi ciri khas Batu Runciang.
Dulu, kawasan Batu Runciang dipercaya sebagai dasar laut. Proses geologis yang panjang mengubahnya menjadi bentukan alam yang unik seperti sekarang. Selain sebagai objek wisata, Batu Runciang juga menjadi tempat yang menarik bagi para peneliti geologi untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah Bumi. Dan pemandangan yang menjulang tinggi dan bebatuan karst lainnya sangatlah menakjubkan. Terdapat beberapa jalur trekking yang bisa pengunjung coba untuk menjelajahi kawasan Batu Run-ciang serta bisa belajar banyak tentang proses pembentukan Bumi dan sejarah geologis kawasan ini. Selain itu, ada banyak spot foto menarik yang bisa pengunjung temukan di sini, terutama dengan latar belakang batu runcing yang unik.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh