Desi Anwar

 

Desi Anwar, lahir pada 11 Desember 1962 di Bandung, Jawa Barat, adalah sosok yang tak asing lagi di dunia jurnalistik Indonesia. Dengan karier yang membentang lebih dari tiga dekade, ia telah menjadi salah satu jurnalis, pembawa acara televisi, dan penyiar berita paling dihormati di tanah air. Desi Anwar lahir dari pasangan Khaidir Anwar dan Wahidar, yang keduanya berasal dari Minangkabau, ayahnya dari Lintau sedangkan ibunya dari Padang Kandis, Nagari VII Koto Talago, Lima Puluh Kota. Latar belakang keluarga akademis dan ilmiah ini tentu membentuk wawasan dan pemikiran Desi sejak dini. Ayahnya, seorang ahli sosiolinguistik, pernah mengajar di Universitas London, Inggris, selama 20 tahun.

Karier Desi Anwar dimulai di RCTI, di mana ia membawakan berbagai acara berita populer seperti Seputar Indonesia, Nuansa Pagi, Buletin Siang, dan Buletin Malam. Selama periode ini, ia berhasil membangun reputasi sebagai pembawa acara berita yang cerdas, berwawasan luas, dan berkarisma. Pada tahun 2000, Desi bergabung dengan Metro TV, stasiun televisi berita pertama di Indonesia. Di sana, ia tidak hanya berperan sebagai pembawa acara, tetapi juga sebagai General Manager Marketing and Business Development. Acara-acara seperti Face to Face with Desi Anwar dan Economic Challenges with Desi Anwar menjadi bukti kemampuannya dalam membawakan program dialog yang mendalam dan informatif.

Kiprah Desi Anwar terus berlanjut hingga ia bergabung dengan CNN Indonesia pada tahun 2015. Di stasiun televisi ini, ia membawakan acara Insight With Desi Anwar, yang dikenal dengan wawancara mendalamnya dengan tokoh-tokoh penting, termasuk Presiden Joko Widodo. Desi Anwar bukan hanya seorang jurnalis yang piawai, tetapi juga seorang penulis dan fotografer yang berbakat. Hobinya dalam fotografi dan jalan-jalan dituangkan dalam buku "A Romantic Journey: Notebook of A Traveller," yang memperlihatkan sisi lain dari dirinya. Selama kariernya, Desi Anwar telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk:     Tabloid Citra, Pembawa Acara Berita Terbaik (1994–1997),     Panasonic Award, Pembawa Acara Berita Terbaik (1997 dan 1998),   Asian Television Awards, Kandidat Pembawa Acara Berita Terbaik (1998). Penghargaan-penghargaan ini adalah bukti pengakuan atas dedikasi dan profesionalismenya dalam dunia jurnalistik.

 

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url