Ben Ibratama Tanur
Ben Ibratama Tanur, seorang wartawan senior dan politisi yang lahir di Payakumbuh, pada 30 November 1965, telah menorehkan jejak panjang dalam dunia jurnalistik dan politik nasional. Putra dari Tanur Tunus Datuak Lenggang Maradjo dan Elly Erwati ini, memiliki akar Minangkabau yang kuat, di mana ibu dengan garis keturunan sebagai cucu dari Sjekh Abbas Abdullah Padang Japang. Nama "Ibratama" yang disandangnya, merupakan penghormatan dari sang ayah terhadap Tan Malaka, pahlawan nasional yang dikaguminya, dengan kepanjangan dari Ibrahim Tan Malaka. Latar belakang keluarga yang kental dengan semangat perjuangan, turut membentuk karakter Ben Ibratama Tanur sejak dini.
Perjalanan pendidikan Ben dimulai di Payakumbuh, namun semangatnya untuk mencari pengalaman lebih luas membawanya ke Bukittinggi, di mana ia merintis karir jurnalistiknya dengan mendirikan majalah sekolah "Media Siswa". Bakatnya dalam dunia tulis-menulis diakui ketika majalahnya meraih penghargaan sebagai majalah sekolah terbaik di Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas di Padang, Ben sempat bercita-cita menjadi wartawan koresponden di Papua dan Aceh, namun takdir membawanya ke Bandung, di mana ia berkontribusi untuk Harian Pikiran Rakyat dan Singgalang. Karier jurnalistiknya terus berkembang, membawanya meliput berbagai bidang, mulai dari hiburan hingga hukum dan kriminal.
Selain jurnalistik, Ben juga aktif dalam dunia politik. Ia terlibat dalam Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan memiliki hubungan dekat dengan tokoh-tokoh seperti Megawati Soekarnoputri dan Taufik Kiemas. Keterlibatannya dalam politik membawanya menjadi calon legislatif dan aktif dalam berbagai kegiatan partai. Perjalanan politik Ben Tanur diwarnai dengan berbagai dinamika, termasuk keterlibatannya dalam Partai Murba dan upaya mendirikan partai baru. Meski beberapa kali mengalami kegagalan dalam pemilu, semangatnya untuk berkontribusi dalam politik tidak pernah padam.
Di luar politik, Ben mendirikan Tan Malaka Institute, sebuah lembaga kajian pemikiran dan perjuangan politik Tan Malaka, sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh idolanya. Ia juga mendirikan beberapa media online, yang baginya bukan sekadar bisnis, tetapi alat perjuangan dan pendidikan. Selama 35 tahun berkarier di dunia jurnalistik, Ben telah meliput berbagai peristiwa penting, mulai dari kepolisian hingga politik. Sikap kritisnya terhadap pemerintah, membuatnya beberapa kali berhadapan dengan risiko, namun ia tetap teguh pada prinsipnya.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh