Drs. H. Lukman Ali
Drs. H. Lukman Ali, seorang ahli bahasa, sastrawan, dan diplomat Indonesia, lahir pada 25 Desember 1931 di Mungka, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Ia menghembuskan napas terakhir pada 19 Desember 2000 di Jakarta, meninggalkan warisan berharga bagi dunia bahasa dan sastra Indonesia. Perjalanan hidupnya yang penuh dedikasi dan kontribusi tak ternilai menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah intelektual Indonesia. Lukman Ali menempuh pendidikan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1963. Ia kemudian memperdalam pengetahuannya di bidang manajemen melalui Sespa LAN pada tahun 1974. Kecintaannya pada ilmu pengetahuan membawanya merantau ke Belanda untuk belajar di Universitas Leiden dari tahun 1977-1978.
Sebagai seorang intelektual, Lukman Ali memiliki perhatian besar terhadap perkembangan bahasa dan sastra Indonesia. Ia menghasilkan berbagai karya tulis yang menjadi rujukan penting dalam bidang ini, antara lain: Bahasa dan Kesusasteraan sebagai Cermin Manusia Indonesia (1967), Tentang Kritik Sastra (1978), Berbahasa Baik dan Berbahasa Dengan Baik (1989), Dari Ikhtisar Masalah Angkatan Sampai Catatan Kaki (1989), Unsur Adat Minangkabau dalam Sastra Indonesia 1922-1956 (1994), Pekan Selasa" (1998), Lengser kaprabon: kumpulan kolom tentang pemakaian bahasa Indonesia, Lurah Taker, Ikhtisar Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia. Karya-karyanya mencerminkan pemikiran kritis dan mendalam tentang bahasa dan sastra, serta upaya untuk menjaga dan mengembangkan identitas budaya Indonesia.
Selain sebagai intelektual, Lukman Ali juga mengabdikan diri sebagai diplomat. Ia pernah dipercaya sebagai Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia dari tahun 1980–1984. Dalam peran ini, ia berupaya mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Malaysia, serta mempromosikan bahasa dan sastra Indonesia di kancah internasional. Selanjutnya, Lukman Ali menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dari tahun 1989-1992. Pengalamannya sebagai diplomat dan intelektual memberikan kontribusi berharga dalam pengembangan kebijakan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Drs. H. Lukman Ali adalah sosok yang patut dikenang dan dihormati. Dedikasinya terhadap bahasa dan sastra Indonesia, serta kontribusinya dalam bidang diplomasi, telah memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara. Karya-karyanya akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk mencintai dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh
