Iyut Fitra

 

Iyut Fitra (nama lahir Zulfitra), lahir pada 16 Februari 1968 di Padang Tangah Nagari Koto Nan Ompek Payakumbuh. Ia adalah sosok penyair Indonesia yang karya-karyanya telah menghiasi berbagai media massa nasional bahkan merambah hingga ke Malaysia dan Brunei Darussalam. Ia bukan hanya sekadar penulis puisi, tetapi juga seorang seniman yang mampu merangkai kata-kata menjadi untaian makna yang dalam dan menyentuh.

Perjalanan Iyut Fitra di dunia sastra ditandai dengan produktivitas yang tinggi. Ia telah menghasilkan sejumlah antologi tunggal yang mendapat sambutan hangat dari para penikmat sastra, di antaranya "Musim Retak" (2006), "Dongeng-dongeng Tua" (2009), "Beri Aku Malam" (2012), "Baromban" (2016), "Lelaki dan Tangkai Sapu" (2017), "Mencari Jalan Mendaki" (2018), "Sinama" (2020), "Kepadamu Kami Bicara" (2022) dan yang terbaru "Dengung Tanah Goyah" (2024), dan Maek (2025).

Karya-karya Iyut Fitra tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga sarat dengan makna dan refleksi kehidupan. Ia mampu mengangkat tema-tema universal seperti cinta, kehilangan, dan pencarian jati diri dengan bahasa yang puitis dengan nuansa Minangkabau yang memikat. Hal ini terbukti dengan diraihnya penghargaan buku terbaik di bidang puisi dari Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2019 untuk karyanya "Mencari Jalan Mendaki", serta penghargaan dari Badan Bahasa Kemendikbud RI pada tahun 2020 untuk buku puisinya "Lelaki dan Tangkai Sapu".

Selain itu, Iyut Fitra juga telah menerima berbagai penghargaan bergengsi lainnya, seperti Pemenang Lomba Cipta Puisi Kemenbudpar RI (2006), nominasi 10 besar Khatulistiwa Literary Award (2007) dan 10 besar Kusala Sastra (2017). Pada tahun 2022, Iyut Fitra kembali mendapatkan penghargaan Anugerah Payakumbuh Award kategori Tokoh Seni dan Budaya oleh Pemerintah Kota Payakumbuh. Hal ini membuktikan bahwa Iyut Fitra adalah sosok yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga diakui dan diapresiasi di daerah asalnya.

Sebagai seorang penyair yang telah meraih banyak prestasi, Iyut Fitra tetap aktif berkarya dan berinteraksi dengan komunitas sastra. Ia sering memberikan motivasi dan inspirasi kepada para penulis muda untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi. Iyut merupakan pendiri Komunitas Seni INTRO dan Komunitas Tanah Rawa di kota kelahirannya. Selain itu, ia juga seorang perintis acara Payakumbuh Poetry Festival dan Payakumbuh Botuang Festival yang masih berlangsung menjadi event tahunan sampai saat ini di Payakumbuh.

 

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url