John Muzhar
John Muzhar, lahir di Payakumbuh pada 17 November 1932, adalah sosok diplomat Indonesia yang memiliki karier cemerlang dan memberikan kontribusi signifikan dalam hubungan internasional Indonesia. Perjalanan hidupnya mencerminkan dedikasi, kecerdasan, dan kemampuan adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan diplomasi. Masa muda John Muzhar diisi dengan pendidikan yang kuat, dimulai dari SMA-A di Bukittinggi, kemudian berlanjut ke Akademisi Dinas Luar Negeri (ADLN) Jakarta, dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Fondasi pendidikan ini menjadi modal penting dalam kariernya di dunia diplomasi.
Sebelum terjun ke dunia diplomasi, John Muzhar mengawali kariernya di dunia jurnalistik sebagai redaktur di majalah Dunia Film dan Film News pada awal 1950-an. Pengalaman ini mengasah kemampuannya dalam berkomunikasi, menganalisis informasi, dan memahami dinamika sosial-politik, yang sangat berguna dalam karier diplomatiknya. Pada akhir 1950-an, John Muzhar memulai karier di Departemen Luar Negeri Indonesia. Kariernya menanjak dengan cepat, dan ia dipercaya untuk menduduki berbagai posisi penting, termasuk Direktur Afrika-Timur Tengah (ATT), Sekretaris Direktorat Jenderal Politik, dan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan di Departemen Luar Negeri.
Puncak karier John Muzhar adalah ketika ia ditugaskan sebagai duta besar dan perwakilan Indonesia di berbagai negara. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Tanzania, Norwegia-Islandia, dan Ceko. Selain itu, ia juga pernah bertugas di Singapura, Kuala Lumpur, New Delhi, Ottawa, dan Aljir. Penugasan di berbagai negara ini menunjukkan kepercayaan pemerintah Indonesia terhadap kemampuan John Muzhar dalam menjalin hubungan baik dengan negara-negara tersebut. Salah satu pencapaian penting John Muzhar adalah ketika ia menerima penghargaan Grand Cross of the Royal Norwegian Order of St. Olav dari pemerintah Norwegia pada 1 Juli 1988. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Norwegia.
Selain karier diplomatiknya, John Muzhar juga meninggalkan jejak intelektual melalui karya tulisnya, salah satunya adalah "Hubungan Republik Indonesia dengan Republik Rakjat Tjina dalam masa sesudah G-30-S/PKI" (1967). Karya ini menunjukkan pemahaman mendalam John Muzhar tentang dinamika politik internasional dan kontribusinya dalam pemikiran hubungan luar negeri Indonesia. John Muzhar meninggal dunia pada 23 September 2000 pada usia 68 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia diplomasi Indonesia. Namun, warisan dan kontribusinya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah diplomasi Indonesia.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh