Masmimar Mangiang

 

Masmimar Mangiang, sosok yang tidak asing di dunia jurnalistik Indonesia, telah meninggalkan jejak yang mendalam. Lahir pada 10 September 1949 di Limbanang, Lima Puluh Kota, dan berpulang pada 29 Juni 2020 di Jakarta, beliau dikenang sebagai wartawan, pakar bahasa jurnalistik, dan pengajar yang berdedikasi. Perjalanan karier Masmimar Mangiang di dunia jurnalistik sangatlah kaya. Ia pernah memimpin redaksi harian ekonomi Neraca dan berkontribusi di berbagai media terkemuka seperti Majalah Tempo, Harian Kami, dan Jurnal Prisma. Pengalamannya yang luas ini menjadikannya seorang ahli bahasa media yang dihormati.

Selain sebagai praktisi, Masmimar Mangiang juga dikenal sebagai pengajar yang handal. Ia berbagi ilmunya di Departemen Komunikasi FISIP UI dan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), mencetak generasi wartawan yang berkualitas. Dedikasinya dalam dunia pendidikan tercermin dari banyaknya buku yang ia tulis dan sunting sejak tahun 1972. Nama "Masmimar" yang unik memiliki makna mendalam. Menurut orang tuanya, nama tersebut adalah singkatan dari "masa mempertahankan Indonesia mardeka," mencerminkan semangat perjuangan pada masa sebelum Konferensi Meja Bundar (KMB). Nama "Mangiang" sendiri adalah nama ayahnya, M. Sain Dt. Manggung Mangiang. Karya-karya tulis Masmimar Mangiang mencakup berbagai topik, antara lain: Ciil; Lukman Harun Dalam Lintasan Sejarah Dan Politik; Mahasiswa, ilusi tentang sebuah kekuatan; Memberikan peran pada koperasi. Karya-karya ini menunjukkan keluasan wawasan dan kepeduliannya terhadap berbagai isu penting di Indonesia.

 

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url