Ka'bati

 

Ka'bati, seorang perempuan Minangkabau yang lahir di Payakumbuh pada 10 Maret 1977, adalah sosok multitalenta yang kiprahnya telah mewarnai berbagai bidang. Berasal dari Koto Panjang Lampasi Payakumbuh, menetap dan berkarya di Padang. Ka'bati lahir dari pasangan H. Mansur Djas Tuanku Bagindo dan Nurmanis Guci. Ia menikah dengan Sudarmoko dan dikaruniai tiga orang putri: Poetry Raya Libaladina, Poetry Navia Lana, dan Poetry Haveeza Qolbiy.

Perjalanan pendidikan Ka'bati ditempuh di berbagai lem-baga, mulai dari MIS MTI Koto Panjang Lampasi, SMP MTI Koto Panjang Lampasi, STM Negeri Payakumbuh, hingga jenjang perguruan tinggi di IAIN Imam Bonjol (S1 Fakultas Dakwah), Universitas Andalas (S2 Sosiologi FISIP), dan UIN Imam Bonjol (S3 Studi Islam). Latar belakang pendidikannya yang beragam ini menjadi landasan kuat bagi kariernya yang multidimensi. Ka'bati dikenal sebagai penulis, jurnalis, politisi, dosen UIN Imam Bonjol, peneliti, dan event organizer. Ia telah menorehkan prestasi gemilang di berbagai bidang, di antaranya: Juara 1 Lomba Menulis tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan & KB Provinsi Sumatera Barat kategori jurnalis (2022), Juara 1 Lomba Menulis Feature kategori jurnalis dalam Festival Galanggang Arang (2024), Juara Unggulan Lomba Karya Tulis tentang HAM oleh Komnas Perempuan (2024). Selain itu, ia juga telah menulis novel yang berjudul Padusi, dan buku Politik Orang Kecil dan Agensi Perempuan, serta kontributor dalam berbagai buku antologi bersama lainnya.

Karya-karya Ka'bati, terutama novel Padusi, mencerminkan kepeduliannya terhadap isu-isu perempuan dan sosial. Melalui tulisannya, ia mengangkat suara perempuan Minangkabau dan memperjuangkan hak-hak mereka. Selain itu, keterlibatannya dalam dunia politik dan penelitian menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ka'bati adalah sosok perempuan inspiratif yang mampu menggabungkan berbagai peran dan profesi dengan sukses. Ia membuktikan bahwa perempuan Minangkabau memiliki potensi besar untuk berkarya dan berpres-tasi di berbagai bidang.

 

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url