Melvi Yendra
Melvi Yendra lahir di Batusangkar pada 10 Februari 1975, adalah sosok penulis serba bisa yang telah menorehkan jejak panjang dalam dunia literasi dan pertelevisian Indonesia. Ia lahir dari keluarga Minangkabau di Talawi Nagari Koto Pan Godang Payakumbuh. Bakat menulisnya telah terlihat sejak usia dini dengan puisi pertamanya dimuat di majalah anak Ananda saat ia duduk di kelas 6 SD. Sejak saat itu, ketekunannya dalam menulis terus berkembang, menghasilkan karya-karya yang menghiasi berbagai media cetak ternama. Perjalanan karier Melvi Yendra sangatlah beragam dan mengesankan. Ia telah menulis untuk berbagai media cetak sejak tahun 1989, termasuk Singgalang, Haluan, Republika, dan masih banyak lagi. Karyanya tidak hanya terbatas pada media cetak, tetapi juga merambah ke majalah-majalah remaja dan Islam seperti Annida, Sabili, dan Ummi. Pada tahun 1998, ia terpilih sebagai salah satu Penulis Terbaik versi Annida, sebuah pengakuan atas kualitas karyanya.
Selain menulis, Melvi Yendra juga memiliki pengalaman yang kaya dalam dunia penerbitan. Ia pernah menjabat sebagai redaktur di majalah Annida, editor di Penerbit Mizan, dan managing editor di Penerbit Grafindo. Pengalamannya dalam dunia penerbitan telah mengasah kemampuannya dalam menyunting naskah, terbukti dengan lebih dari 300 naskah buku yang telah ia sunting untuk berbagai penerbit besar di Indonesia. Sejak tahun 2007, Melvi Yendra merambah dunia pertelevisian dengan menulis naskah skenario untuk berbagai program televisi populer. Karya-karyanya menghiasi layar kaca dalam berbagai genre, mulai dari sitkom seperti The Coffee Bean Show dan Tukang Ojek Pengkolan, hingga drama religi seperti Amanah Wali. Kemampuannya dalam menulis skenario yang menarik dan menghibur telah menjadikannya salah satu penulis skenario yang dihormati di industri pertelevisian Indonesia. Melvi Yendra telah menghasilkan sejumlah buku yang menginspirasi, di antaranya: Peace Maker F-3000 (2001), Konspirasi (2001), Anugerah Terindah (2002), Prasasti (2004), Lonely Joe (2004), Rendezvous (2007). Karya-karyanya mencerminkan keberagaman minat dan kemampuannya dalam berbagai genre, mulai dari fiksi ilmiah hingga drama romantis.
Melvi Yendra tidak hanya berkontribusi melalui karya-karyanya, tetapi juga melalui kegiatan seminar dan pelatihan penulisan kreatif yang sering ia adakan. Ia berbagi ilmu dan pengalamannya dengan para penulis muda, menginspirasi mereka untuk mengembangkan bakat dan mengejar impian mereka. Melvi Yendra, S.T., adalah sosok penulis yang patut diacungi jempol. Dengan bakat, kerja keras, dan dedikasinya, ia telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam dunia literasi dan pertelevisian Indonesia. Karya-karyanya yang beragam dan menginspirasi telah menyentuh hati banyak orang, dan ia terus menjadi sumber inspirasi bagi para penulis muda di Indonesia.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh