Maya Lestari G.F

 

Maya Lestari G.F., lahir pada 18 Agustus 1980 di Padang Panjang, adalah sosok penulis Indonesia yang dedikasinya terhadap dunia literasi patut diacungi jempol. Perjalanan hidupnya yang penuh warna, dari masa kecil di Sarilamak hingga meraih penghargaan IKAPI Writer of the Year 2023, adalah bukti nyata kecintaannya pada dunia tulis-menulis. Kecintaan Maya pada dunia literasi berakar dari lingkungan keluarganya. Ayahnya, yang gemar bercerita dan membelikan buku, serta keluarga besar yang sering membawakan buku saat berkunjung, telah menanamkan benih kecintaan pada buku sejak dini. Dari buku-buku itulah, Maya kecil mulai belajar dan mengembangkan imajinasinya.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Lima Puluh Kota, Maya melanjutkan studinya di Padang. Ia menempuh pendidikan Diploma Sekretaris di AIM Padang, kemudian melanjutkan ke jenjang S1 Jurusan Jurnalistik di IAIN Imam Bondjol Padang. Karir kepenulisan Maya dimulai sejak tahun 1999. Ia aktif menulis cerita pendek, novel, artikel, dan buku cerita anak. Selain itu, ia juga berkecimpung di dunia jurnalistik sebagai editor suplemen remaja Pmails di Harian Padang Ekspres (Jawa Pos Group). Maya juga aktif mengajar menulis kreatif kepada anak-anak dan orang dewasa. Dedikasi Maya pada pengembangan literasi di Sumatera Barat diwujudkan melalui berbagai kegiatan. Ia adalah salah satu pendiri Kelas Kreatif Indonesia Sumatera Barat, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan literasi anak sekolah dasar. Organisasi ini bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Perpustakaan Provinsi Sumbar dan Dinas Pendidikan Kota Padang.

Selain itu, Maya juga aktif mengajar homeschooling dan memimpin dewan redaksi Majalah Glosarium terbitan Perpustakaan Daerah Sumatera Barat. Ia juga mengajar kelas kardio untuk anak-anak dan remaja, menunjukkan bahwa minatnya tidak hanya terbatas pada dunia literasi. Pada tahun 2023, Maya Lestari G.F. menerima penghargaan IKAPI Writer of the Year, sebuah pengakuan atas dedikasinya di dunia tulis-menulis. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan kecintaannya pada literasi telah membuahkan hasil yang membanggakan.

 

 Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url