Moeslim Roesli
Moeslim Roesli, lahir pada 13 Juli 1935 di Kisaran, Sumatera
Utara, dan wafat pada 29 Mei 2013 di RS Ibu Sina Pekanbaru, merupakan sosok
wartawan dan pejuang pers Riau yang meninggalkan jejak karya yang mendalam
dalam dunia jurnalistik. Dedikasinya terhadap pers, khususnya Kantor Berita
Antara, patut diacungi jempol. Meskipun lahir di Sumatera Utara, akar budaya
Moeslim Roesli berasal dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Sebagian
besar hidupnya dihabiskan di Riau, di mana ia menunjukkan komitmennya yang kuat
terhadap perkembangan pers di daerah tersebut.
Salah satu kontribusi terbesarnya adalah perannya sebagai pendiri Antara Biro Riau pada tahun 1963. Ia juga pernah menjabat sebagai pimpinan LKBN Antara Pekanbaru pada periode 1963-1968. Kecintaannya pada Antara tak pernah pudar, bahkan di masa-masa terakhir hidupnya, ia masih menyempatkan diri untuk hadir dalam peringatan HUT ke-75 LKBN Antara di Kantor Antara Biro Riau pada Desember 2012. Perjuangannya mendirikan kantor perwakilan Antara di Pekanbaru pada era 1960-an, bahkan dengan mempertaruhkan pekerjaannya di PT Caltex Pacific Indonesia, adalah bukti nyata dari dedikasinya. Pada masa itu, peran Antara sangat penting sebagai penyeimbang pemberitaan, terutama di tengah maraknya aktivitas komunis PKI di Riau. Dengan segala keterbatasan personel dan infrastruktur, Moeslim Roesli berhasil menyuplai berita-berita dari Riau, bahkan tak jarang "menyusupkan" teks berita menggunakan pesawat milik Caltex untuk dikirim ke Jakarta.
Selain berkiprah di dunia jurnalistik, Moeslim Roesli juga sukses dalam bidang usaha. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Kadin Riau yang membidangi Kompartemen Penanaman Modal dan Hubungan Internasional, serta memimpin delegasi ke luar negeri. Ia juga menerbitkan surat kabar mingguan ekonomi Bisnis Riau pada tahun 2002-2003, di mana ia langsung menjabat sebagai Pemimpin Redaksi. Moeslim Roesli adalah sosok wartawan yang langka. Ia tidak hanya sukses dalam karier jurnalistiknya, tetapi juga dalam bidang usaha. Dedikasinya terhadap pers, terutama Antara, dan kontribusinya bagi perkembangan ekonomi Riau, menjadikannya salah satu tokoh yang patut dikenang dan dihormati.