Prof. Dr. H. Inu Kencana Syafiie, M.Si

 

Inu Kecana Syafiie—lengkapnya Prof. Dr. H. Inu Kencana Syafiie, M.Si—adalah seorang akademisi, birokrat, penulis buku kontroversi yang berjudul IPD Undercover. Ia lahir 14 Juni 1952 di Simalanggang, Kabupaten Lima Puluh Kota. Ayahnya bernama Abdullah Syafiie (mantan Bupati Bengkalis) dan ibunya bernama Zaifar Syafiie (mantan guru sekolah keputrian raja Siak Sri Indrapura). Ia menikah dengan Indah Prasetiani dan dikaruniai 2 orang anak yaitu Raka Manggala Syafiie (lahir 1985), Nagara Belagama Syafiie (lahir 1988), Periskha Bunda Syafiie (1991).

              Inu menjalani masa kecil dengan hidup berpindah-pindah mengikuti orang tuanya bekerja. Sekolah dasarnya di SD Simalanggang (sampai kelas 5 tahun 1964) dan setelahnya berpindah-pindah ke berbagai tempat. Inu kembali ke Payakumbuh dan melanjutkan sekolah di SMP Negeri 3 Payakumbuh (tahun 1966). Tahun berikutnya pindah sekolah lagi ke SMP Negeri VIII Jakarta. Adapun sekolah SMA ia jalani di SMA Negeri 5 Jakarta dan tahun berikutnya pindah lagi ke SMA Negeri Paspal Pangkalan Brandan, Sumatera Utara (tamat tahun 1971). Selanjutnya Inu meneruskan pendidikannya di Fakultas Kedokteran di Universitas Trisakti namun tidak tamat karena keterbatasan biaya. Inu kembali melanjutkan pendidikannya di Akademi Ilmu Administrasi dan Akuntasi Irian Jaya (1974) namun tidak tamat lalu ia melanjtkan pula pendidikannya ke APDN Irian Jaya (1976) dan tamat dengan gelar Bhacaloriat of Art. Selanjutnya Inu diterima bekerja sebagai PNS di Pemda Tingkat I Marauke (1981). Adapun pendidikan Program S2 ia jalani di MAP Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1995) dan lulus tahun tahun 2001 dengan gelar Magister Sains. Sedangkan untuk S3 ia mendaftar di Unpad Bandung.

              Slain sebagai PNS, Inu sempat menjadi fotografer amatir dan juga menjadi pemimpin Teater Pringgandani Junior. Pada tahun 1984, Iu diangkat menjadi camat di Edera. Tahun 1985, Inu kembali melanjutkan pendidikannya jurusan S1 IIP (lanjutan APDN) di Jakarta dan lulus pada tahun 1987 dengan gelar Doktorandus. Setelah menamatkan pendidikannya, Inus pindah ke Jayapura (1989) dan setelahnya ke Serui dan lalu ke Yapen Waropen dengan diangkatnya Inu sebagai Sekerataris Bappeda di sana. Seterus Inu pindah ke Jakarta (1990) dan lalu pindah ke Bandung (1991) dan pada tahun 1994 ia bersama istrinya menunaikan ibadah haji. Dan pada tahun 1996, Inu diangkat menjaid dosen tetap STPDN.

              Hal yang paling kontroversi dari Inu Kencana adalah menulis buku IPDN Undercover: Sebuah Kesaksian Bernurani (Penerbit Progessio Syaamil, Bandung, 2007). Selain itu ia juga membongkar berbagai kasus kriminal di STPDN (sekarang IPDN) sepertikasus Wahyu Hidayat dan membongkarnya tahun 2003 dan kasus Cliff Muntu (April 2007).  Sedangkan karya tulisnya yang lain adalah Ensiklopia Pemerintahan (2005), Filsafat Politik (2005), Birokrasi Pemerintah Indonesia (2003), Kepemimpinan Pemerintah Indonesia (2003), SANRI: Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (2003), Filsafat Pemerintah (2000), dll.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url