Setri Yasra
Setri Yasra, seorang putra Minangkabau kelahiran Nagari Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, pada 30 Juli 1974, telah menorehkan tinta emas dalam dunia jurnalisme Indonesia. Dengan nama belakang "Yasra" yang merupakan gabungan dari nama kedua orang tuanya, Yasin dan Ratinas, Setri membawa identitas Minangkabau dalam setiap langkah kariernya. Alumnus Universitas Riau ini memulai perjalanan kariernya di Tempo pada tahun 2001, sebuah media yang dikenal dengan tradisi jurnalisme investigasinya yang kuat. Sebelum menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Tempo pada 12 Juli 2021, Setri telah menduduki berbagai posisi penting di redaksi, menunjukkan dedikasi dan kemampuannya dalam mengelola informasi serta mengungkap kebenaran.
Perjalanan karier Setri di Tempo diwarnai dengan pengalaman yang kaya. Ia pernah menjadi Redaktur Pelaksana Desk Ekonomi (2010), Redaktur Pelaksana Desk Nasional (2014), Redaktur Pelaksana Desk Investigasi (2016), dan Redaktur Eksekutif Majalah Tempo (2017-2019). Setiap posisi yang diembannya memperkaya wawasan dan mempertajam naluri investigasinya. Salah satu pencapaian terbesar Setri adalah perannya dalam membongkar sejumlah skandal korupsi besar di Indonesia. Investigasi-investigasinya, seperti pengungkapan rekening gendut jenderal polisi, kasus Nazaruddin, dan kasus korupsi e-KTP, tidak hanya mengguncang publik, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pemberantasan korupsi di tanah air.
Setri Yasra bukan hanya seorang jurnalis, tetapi juga seorang penjaga integritas dan kebenaran. Ia membuktikan bahwa jurnalisme investigasi yang berkualitas dapat menjadi kekuatan yang efektif dalam mengawasi kekuasaan dan memperjuangkan keadilan. Dengan latar belakang Minangkabau yang kental, Setri membawa nilai-nilai kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab dalam setiap karyanya. Kiprah Setri Yasra di dunia jurnalisme Indonesia adalah bukti nyata bahwa seorang putra daerah dapat memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Ia adalah inspirasi bagi para jurnalis muda, khususnya dari Sumatera Barat, untuk terus berjuang mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan.