Gandeng BSI, Pemkab Lima Puluh Kota Perkuat Akses Pembiayaan dan Literasi Keuangan UMKM
SARILAMAK, — Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menaruh perhatian besar pada sektor usaha mikro, kecil, and menengah (UMKM) sebagai motor penggerak utama ekonomi daerah. Peran strategis ini ditegaskan oleh Bupati Lima Puluh Kota H. Safni saat membuka ajang Jambore Ukhuwah UMKM I Bersama BSI yang mengusung tema "Bersinergi Membangun UMKM Hebat Menuju Lima Puluh Kota Maju dan Bermartabat" di Aula Kantor Bupati Sarilamak, Kamis (10/9/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Safni menggarisbawahi bahwa denyut nadi perekonomian masyarakat sangat bergantung pada keberlangsungan sektor UMKM, di mana di balik setiap produk lokal terdapat rantai kesejahteraan yang melibatkan petani, pengrajin, tenaga kerja, hingga pelaku distribusi.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Bank Syariah Indonesia (BSI) atas dukungan nyata yang diberikan dalam perhelatan ini. Kehadiran perbankan syariah diharapkan mampu menjadi pintu gerbang strategis bagi para pelaku usaha untuk mengakses pembiayaan yang inklusif, meningkatkan literasi keuangan, memperoleh pendampingan usaha, serta memperluas digitalisasi transaksi dan jejaring bisnis.
"UMKM Lima Puluh Kota harus naik kelas. Tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga harus memiliki legalitas usaha, memiliki sertifikat halal, memiliki merek dan identitas produk, mampu melakukan pemasaran digital, dan mampu mengakses pembiayaan," tegas Bupati Safni di hadapan para pelaku usaha yang hadir.
Lebih lanjut, ia mendorong agar para pelaku UMKM lokal dapat menembus rantai pasok yang lebih luas, membangun kemitraan bisnis yang kuat, hingga pada akhirnya mampu menembus pasar regional, nasional, bahkan internasional. Melalui kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan perbankan, ekosistem usaha di Lima Puluh Kota diyakini akan semakin tangguh dan berdaya saing tinggi.
