Kadisnakerin Yasril Tutup Usia, Pemko Payakumbuh Kehilangan Birokrat Senior

 


PAYAKUMBUH,  — Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Kadisnakerin) Kota Payakumbuh, Yasril, meninggal dunia pada usia 57 tahun di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Yasril wafat setelah menjalani perawatan medis intensif selama 24 hari.

Prosesi pelepasan jenazah dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman di rumah duka kawasan Koto Nan Gadang, Payakumbuh, Sabtu (19/9/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Rida Ananda, jajaran pejabat Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh, serta tokoh masyarakat setempat.

“Atas nama Pemko Payakumbuh, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Elzadaswarman saat menyampaikan sambutan penyerahan jenazah.

Elzadaswarman menegaskan, Pemko Payakumbuh akan memfasilitasi penyelesaian seluruh hak dan administrasi kepegawaian almarhum secara cepat.

Perjalanan Karier

Yasril lahir di Bukittinggi pada 17 Oktober 1969. Ia mengawali kariernya sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 1 Maret 1990 dan diangkat sebagai PNS setahun kemudian.

Lulusan Magister Teknik Sipil ini banyak menghabiskan masa pengabdiannya di dinas teknis. Ia pernah menjabat sebagai Analis Perencana Jalan dan Jembatan di Dinas Pekerjaan Umum (2009), Kepala Bidang Cipta Karya (2016), serta Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (2022).

Pada 16 Oktober 2025, Yasril dilantik sebagai Kadisnakerin Kota Payakumbuh dengan pangkat Pembina Tingkat I (IV/b), jabatan yang diembannya hingga tutup usia.

Perwakilan keluarga almarhum, M. Arif Dt. Bijo Nan Hitam, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemko Payakumbuh dan warga yang hadir melayat.

“Atas nama keluarga, kami memohon maaf atas segala kesalahan almarhum semasa hidup. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintah dan masyarakat yang hadir memberikan penghormatan terakhir,” kata Dt. Bijo Nan Hitam.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Reni Eka Putri, dan dua orang putri. Jenazah disalatkan di Masjid Gadang sebelum dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di kawasan Ranah, Payakumbuh.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url