Menutup BOBB XX di Halaman Perpustakaan, Pemkot Payakumbuh Dorong Pramuka Muda Menguasai Teknologi Tanpa Kehilangan Akar Karakter
PAYAKUMBUH, — Di tengah deru kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang bergerak tanpa rem, tantangan terbesar dunia pendidikan hari ini bukan lagi sekadar mencetak generasi yang pintar secara akademik, melainkan merawat karakter agar tidak tercerabut dari akar kemanusiaan dan lingkungan. Kegelisahan inilah yang mengemuka dalam perayaan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kota Payakumbuh.
Berlokasi di Halaman Perpustakaan Payakumbuh, ribuan pasang mata tunas kelapa memadati area upacara yang sekaligus menjadi panggung penutupan ajang bergengsi Best Of The Best Batiah Scout Competition (BOBB) XX Tahun 2026, Minggu. Di bawah naungan semangat kepanduan, Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan kembali komitmen strategisnya untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya terampil dan mandiri, tetapi juga adaptif menghadapi gelombang zaman.
Komitmen tersebut disuarakan oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Payakumbuh, Rida Ananda. Saat memimpin jalannya upacara, Rida membacakan amanat tertulis Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso. Dalam pesan tersebut, ditekankan bahwa perjalanan panjang Gerakan Pramuka senantiasa diisi oleh pengabdian dan keteladanan nyata dalam membentuk manusia Indonesia yang beriman, berdisiplin, serta mencintai tanah air.
Namun, di era modern yang diwarnai disrupsi teknologi dan ancaman perubahan iklim, Pramuka dituntut untuk bertransformasi. Rida mengingatkan bahwa penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) harus dipandang sebagai peluang besar untuk memperluas cakrawala berpikir anak muda. Kendati demikian, instrumen canggih tersebut harus selalu dikemudikan oleh karakter yang kokoh agar bermuara pada kebermanfaatan sosial.
"Teknologi menjadi peluang untuk memperluas kemampuan generasi muda. Namun, kemampuan itu akan semakin berarti apabila disertai karakter yang memberi arah agar digunakan untuk kebermanfaatan," ujar Rida di hadapan ribuan peserta.
Tidak hanya berhenti pada literasi digital, napas kepanduan di Payakumbuh juga diarahkan untuk merespons isu-isu krusial masa kini, mulai dari pengelolaan sampah, efisiensi sumber daya, transisi energi bersih, hingga kepekaan terhadap potensi lokal. Arah kebijakan ini terasa selaras dengan tema besar Hari Pramuka ke-65, yakni “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Tema ini sekaligus merefleksikan dukungan nyata terhadap Asta Cita kedua Pemerintah Republik Indonesia dalam memperkuat kedaulatan pangan, energi, dan air.
"Peringatan Hari Pramuka harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, dan meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Gerakan Pramuka harus terus menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter bangsa," tambahnya.
Semangat pembentukan karakter tersebut menemukan wujudnya melalui gelaran BOBB XX Tahun 2026. Selama perhelatan berlangsung, kompetisi ini sukses menjadi kawah ketangkasan yang menguji kreativitas, kerja sama, dan kedisiplinan 1.100 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Tercatat ada 12 kontingen Pramuka Penegak, 15 kontingen Penggalang tingkat SMP, serta 25 kontingen Penggalang tingkat SD yang bersaing secara sportif.
Persaingan ketat di arena perlombaan melahirkan para penjaga estafet kepemimpinan masa depan yang membanggakan. Pada kategori Penggalang Pangkalan SD, Gugus Depan SDN 30 Payakumbuh keluar sebagai Juara Umum 1, disusul SDN 53 Payakumbuh sebagai Juara Umum 2, dan SDS IPHI di tempat ketiga.
Sementara itu, gelar juara tertinggi untuk kategori Penggalang Pangkalan SMP sukses direbut oleh Gugus Depan SMPN 1 Payakumbuh. Adapun di level penegak, dominasi ketangkasan ditunjukkan oleh Gugus Depan SMAN 1 Payakumbuh yang sukses menyabet predikat Juara Umum Pramuka Penegak.
Dari halaman perpustakaan kota ini, gema Pramuka Payakumbuh mengirimkan pesan sunyi namun tegas: bahwa di tengah dunia yang kian cepat berubah, peradaban hanya akan bertahan jika ditopang oleh tangan-tangan terampil yang berhati luhur dan berpijak pada bumi pertiwi.
