Raih Prestasi Nasional, 115 Pekerja Konstruksi Payakumbuh Fasilitasi Sertifikasi Gratis

 


PAYAKUMBUH,  — Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) I Banda Aceh Kementerian Pekerjaan Umum menyelenggarakan Pembekalan dan Uji Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Strategis Tahun 2026. Sebanyak 115 pekerja konstruksi lokal mengikuti sertifikasi gratis sebagai bentuk apresiasi atas prestasi nasional yang diraih Pemko Payakumbuh di bidang jasa konstruksi.

Kegiatan pembekalan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman di Aula Sanggar SKB Kota Payakumbuh, Senin (28/9/2026). Sertifikasi ini dibiayai penuh melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) BJKW I Banda Aceh Tahun 2026 setelah Payakumbuh berhasil meraih Juara 1 tingkat BJKW I Banda Aceh dan Juara 3 Nasional dari Kementerian PU.

Elzadaswarman menegaskan, peningkatan kualitas infrastruktur daerah berbanding lurus dengan kualifikasi tenaga kerja di lapangan. Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan kepatuhan spesifikasi teknis dan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (K3).

"Pembangunan infrastruktur yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh besaran anggaran dan perencanaan, tetapi sangat bergantung pada kapasitas SDM di lapangan. Pekerja bersertifikat memberikan kepastian mutu agar hasil pembangunan tidak cepat rusak dan keselamatan kerja terjamin," ujar Elzadaswarman.

Sejak 2019 hingga 2026, Pemko Payakumbuh mencatat telah memfasilitasi sertifikasi bagi lebih dari 800 tenaga kerja konstruksi. Seluruh pengerjaan fisik di Payakumbuh diwajibkan melewati pengujian material secara ketat, termasuk uji sampel beton di laboratorium daerah.

Amanat Undang-Undang Jasa Konstruksi

Plt Kepala BJKW I Banda Aceh Hamka Lubis menyampaikan, kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) merupakan kewajiban konstitusional tenaga kerja sektor konstruksi sebagaimana diatur dalam Pasal 70 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

"Pemenuhan standar kompetensi adalah syarat mutlak agar pekerja lokal mampu bersaing dan menangkap peluang proyek di tingkat regional maupun nasional," kata Hamka.

Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh Muslim merinci, sebanyak 115 peserta pelatihan mencakup jenjang Operator atau Tukang (Level 1 dan 2) serta jenjang Teknisi atau Analis (Level 4, 5, dan 6). Pelaksanaan uji kompetensi melibatkan tim asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Gatensi Karya Konstruksi Wilayah Sumatra Barat.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url