Akselerasi UMKM Naik Kelas, Pemko Payakumbuh Sambut Program Pembiayaan Kementerian
BUKITTINGGI, — Pemerintah Kota Payakumbuh merespons positif penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dalam mengakselerasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perluasan akses permodalan, perizinan, serta pendampingan teknis dinilai menjadi momentum untuk mendorong UMKM daerah naik kelas.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di Kota Bukittinggi, Jumat (9/10/2026).
"Penguatan UMKM membutuhkan kemudahan akses permodalan, peningkatan standar mutu produk, dan kepastian pasar. Fasilitas pembiayaan yang disediakan pemerintah pusat dan provinsi perlu dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha di Payakumbuh," kata Zulmaeta.
Penguatan dari tingkat daerah ini sejalan dengan program Kementerian UMKM yang mengalokasikan dana pembiayaan sebesar Rp 115 miliar bagi 38.000 UMKM di Sumatra Barat.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menjelaskan, skema pembiayaan disalurkan melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan target realisasi dalam kurun tiga hingga enam bulan ke depan.
"Pemerintah menargetkan sedikitnya 10 persen usaha mikro dapat naik kelas melalui intervensi permodalan, legalitas perizinan, serta integrasi ekosistem rantai pasok bersama BUMN dan pemerintah daerah," ujar Helvi.
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah mengemukakan, penguatan UMKM menjadi instrumen utama pemulihan ekonomi daerah. Pemprov Sumbar mencatatkan penerbitan lebih dari 3.000 Nomor Induk Berusaha (NIB) baru serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mendekati angka Rp 6,5 triliun pada tahun 2026.
Selain pembiayaan, pemerintah daerah memfasilitasi percepatan sertifikasi halal, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan perluasan penyerapan produk lokal melalui belanja pemerintah.
Langkah pemasaran juga diarahkan pada pembukaan akses ekspor menuju kawasan lingkar Samudra Hindia (IORA) serta peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah seperti gambir dan kelapa.
