Buku Antologi Kearifan Lokal "Di Bawah Langit Payakumbuh" Resmi Diluncurkan di Festival Literasi Payakumbuh 2026


PAYAKUMBUH,  — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh meluncurkan buku antologi berjudul Di Bawah Langit Payakumbuh: Catatan tentang Akar, Adat, dan Harapan di halaman gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh, Bukik Sibaluik, Selasa (13/10/2026). Peluncuran buku karya bersama tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival Literasi Kota Payakumbuh Tahun 2026.   

Buku antologi ini merupakan hasil dokumentasi dari bimbingan teknis kepenulisan bertema kearifan lokal yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh enam bulan sebelumnya. Penyerahan buku secara simbolis diwakilkan kepada lima perwakilan penulis, yakni Delvia Andrini, Eva Suzana, Zikra Delvira, Muhammad Ikram Dinata, dan Yulivia.

Buku tersebut menghimpun 38 karya tulisan dari 38 penulis lokal yang dikelompokkan ke dalam empat kategori utama: 

  • Sejarah, Identitas Nagari, dan Ikon Kota Payakumbuh yaitu mengulas asal-usul wilayah dan simbol-simbol historis daerah.
  • Adat Istiadat, Keluarga, dan Tradisi Lokal yaitu mendokumentasikan norma kemasyarakatan serta sistem kekerabatan Minangkabau di Payakumbuh.
  • Kerajinan Tradisional, Atraksi Anak Nagari, dan Wisata yaitu memetakan potensi seni budaya, kriya, dan objek wisata lokal.
  • Kuliner Tradisional dan Gastronomi Lokal yaitu menginventarisasi resep, sejarah, dan nilai kebudayaan dari olahan pangan khas Payakumbuh.

Penulis dan perwakilan peserta bimbingan teknis, Yulivia, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh dalam mengawal proses kreatif dari tahap pelatihan hingga penerbitan fisik karya.   

"Peluncuran buku ini menjadi bukti pentingnya pendokumentasian sejarah, akar budaya, kerajinan, dan kuliner lokal secara tertulis. Karya bersama ini diharapkan dapat menjadi sumber rujukan literatur bagi masyarakat serta peneliti yang ingin memahami dinamika kebudayaan Payakumbuh secara komprehensif," kata Yulivia.

Adapun Feni Efendi sebagai salah seorang penyunting menyampaikan bahwa, "Proses penyuntingan naskah ini berfokus pada penyelamatan narasi-narasi lokal agar tersusun secara sistematis, lugas, dan memiliki daya dukung data yang kuat. Melalui kurasi empat kategori utama tersebut, buku antologi ini tidak sekadar menjadi dokumentasi ingatan kolektif masyarakat, tetapi juga bertransformasi menjadi rujukan literatur berbasis riset bagi generasi mendatang yang ingin mendalami sejarah, adat, dan gastronomi Kota Payakumbuh," ujar Feni Efendi.

Peluncuran buku Di Bawah Langit Payakumbuh diharapkan menjadi pijakan penting bagi penguatan budaya penulisan dan pengarsipan kearifan lokal di Kota Payakumbuh ke depan.

 


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url