Foto Lama Buya Hamka di UNRI Pekanbaru tahun 1975
Penulisan sejarah lokal di wilayah Sumatra bagian tengah mencatat momen krusial saat Universitas Riau (UNRI) menghelat Seminar Sejarah Riau di Pekanbaru pada Mei 1975. Forum ilmiah berskala besar tersebut menjadi batu pertama dalam penyusunan narasi sejarah Riau secara akademis, terstruktur, dan berbasis data arsip.
Salah satu pemakalah utama dalam seminar bersejarah itu adalah ulama, sastrawan, sekaligus sejarawan kenamaan Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal sebagai Buya Hamka.
Pandangan mendalam Buya Hamka mengenai rekam jejak kebudayaan, peradaban sungai, dan kekayaan histori wilayah Sumatra bagian tengah tersebut kemudian dituangkan dan diabadikan dalam salah satu karya literaturnya yang terkenal, Dari Perbendaharaan Lama.
Dokumentasi foto lama penyelenggaraan seminar tahun 1975 tersebut—yang tersimpan sebagai koleksi pribadi keluarga besar Wan Ghalib—kembali merefleksikan betapa pentingnya peran tokoh nasional dalam menggali potensi sejarah daerah.
Melalui paparannya saat itu, Buya Hamka menegaskan bahwa Pekanbaru dan kawasan Riau secara luas menyimpan kekayaan narasi sejarah yang sangat besar dan belum sepenuhnya tergalih oleh peneliti modern.
Kehadiran Buya Hamka dalam Seminar Sejarah Riau 1975 tidak hanya melegitimasi pentingnya kajian sejarah lokal di tingkat perguruan tinggi, tetapi juga memberikan kompas arah bagi para akademisi dan peneliti generasi berikutnya untuk terus mendokumentasikan serta merawat ingatan kolektif masyarakat di kawasan Nusantara.
Foto: Beni Setiadi
