Hadiri Napak Tilas dan Peluncuran Buku di Suliki, Komunitas Tanah Rawa Berikan Apresiasi Tinggi

 

SULIKI — Kehadiran Komunitas Tanah Rawa dalam kegiatan "Pilar Sejarah Jejak Perjuangan Dr. Achmad Darwis" di Suliki, Minggu (25 Oktober 2026), turut memberikan warna tersendiri. Acara yang diinisiasi oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Payakumbuh - Lima Puluh Kota (Paliko) ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118.   

Dalam rombongan tersebut, Komunitas Tanah Rawa diwakili oleh sejumlah tokoh dan pegiat literasi, di antaranya Ketua Komunitas Tanah Rawa Yeni Purnama Sari, Yudilfan Habib Dt. Monti, Oldie Putra, Okta Piliang, Rafif D.N., dan Khalisah Ghania Ms. Kehadiran mereka menunjukkan bentuk kepedulian yang tinggi terhadap pelestarian sejarah lokal dan dunia literasi daerah.

Ketua Komunitas Tanah Rawa, Yeni Purnama Sari, menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam merawat sejarah. "Kehadiran kami di Rumah Perjuangan ini adalah bentuk kecintaan terhadap sejarah lokal. Perjuangan Prof. dr. H. Achmad Darwis Dt. Batu Bosa, tidak hanya menjadi kebanggaan dunia medis, tetapi juga inspirasi besar bagi kita semua dalam merawat memori kolektif dan literasi sejarah di Luhak Limapuluh Kota," ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, budayawan yang juga hadir bersama rombongan, Yudilfan Habib Dt. Monti, menyampaikan kekagumannya terhadap suksesnya penyelenggaraan acara napak tilas, bedah buku Dokter Gerilya dari Suliki: Biografi Prof. dr. H. Achmad Darwis Dt. Batu Bosa yang diterbitkan oleh Penerbit PAJACOMBO, hingga anjangsana ke Rumah Perjuangan Prof. dr. H. Achmad Darwis Dt. Batu Bosa.   

"Acara ini sangat luar biasa. Kita harus berikan apresiasi kepada IDI Paliko, Bupati Syafni, Ketua Panitia acara, serta penulis buku Dedi Kurniawan," ujar Yudilfan Habib Dt. Monti saat memberikan kesan terhadap kegiatan tersebut.

Rangkaian kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Lima Puluh Kota H. Safni Sikumbang, jajaran pengurus IDI Wilayah Sumatera Barat dan IDI Paliko, serta pihak keluarga besar almarhum ini berlangsung khidmat. Acara diisi dengan sesi bedah buku biografi, peluncuran buku, peresmian plang nama Rumah Perjuangan, hingga kunjungan langsung (visitasi) ke dalam rumah bersejarah tersebut.   

Melalui keikutsertaan Komunitas Tanah Rawa ini, diharapkan semangat pelestarian sejarah, keteladanan para pejuang kesehatan, serta kolaborasi antar-elemen masyarakat di Luhak Limapuluh Kota dapat terus terjaga dan menginspirasi generasi muda ke depannya.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url