Penampilan Uda Rio Tutup Festival Literasi Payakumbuh 2026, Perpusda Dipertegas Jadi Ruang Kreasi
PAYAKUMBUH, — Rangkaian Festival Literasi Kota Payakumbuh Tahun 2026 resmi ditutup di Halaman Gedung Perpustakaan Umum Kota Payakumbuh, Bukik Sibaluik, Rabu (14/10/2026). Perhelatan dua hari bertajuk "Buku Gerakan Kreasi, Literasi Nyalakan Generasi" tersebut sukses menarik antusiasme ribuan warga, komunitas, pelajar, serta pegiat literasi daerah.
Penutupan festival diisi dengan pertunjukan seni dari Uda Rio serta pemaparan materi pemungkas bertema "Cerdas Digital: Membentengi Diri dari Banjir Informasi".
Pesan edukasi digital tersebut menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan verifikasi faktual masyarakat di tengah masifnya arus informasi dan potensi penyebaran kabar bohong (hoax) di media sosial.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Erwan, S.IP., M.M., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program yang diinisiasi Pemko Payakumbuh berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) tersebut.
"Tinggi antusiasme pengunjung selama dua hari ini membuktikan bahwa perpustakaan telah bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup bagi pembelajaran, diskusi, dan pengembangan kreativitas warga. Literasi bukan lagi sebatas membaca buku, melainkan kecakapan memilah informasi digital secara bijak dan bertanggung jawab," ujar Erwan.
Transformasi Ruang PustakaSelama gelaran berlangsung sejak Selasa (13/10/2026), Kompleks Perpustakaan Daerah Payakumbuh menyajikan beragam agenda, mulai dari peluncuran buku antologi kearifan lokal, bedah karya, penyerahan penghargaan, pameran stan produk literasi, hingga panggung seni interaktif.
Melalui penutupan gelaran Pekan Literasi Daerah 2026 ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh berkomitmen menjaga keberlanjutan fungsi perpustakaan sebagai pusat edukasi, pengarsipan sejarah lokal, serta ruang kreasi inkubasi generasi muda di Kota Payakumbuh.

