[Riset Gastronomi & Pariwisata] Rendang sebagai Ikon Kuliner Lokal di Kota Payakumbuh
Latar Belakang
Kuliner tradisional merupakan salah satu pilar utama identitas budaya dan daya tarik pariwisata daerah. Sebagai kota yang dijuluki City of Randang, Payakumbuh menjadikan rendang tidak hanya sebagai warisan kuliner Minangkabau, tetapi juga sebagai aset strategis pariwisata gastronomi dan penggerak ekonomi masyarakat. Penelitian ini mengulas posisi rendang sebagai ikon kuliner lokal Payakumbuh serta potensi pengembangannya dalam sektor pariwisata.
Temuan Utama & Poin Penting Penelitian
Berdasarkan kajian sains terapan pariwisata, beberapa poin penting yang diangkat dalam penelitian ini meliputi:
Rendang sebagai Identitas Budaya & Pariwisata
Keterikatan erat antara nilai budaya Minangkabau dengan citra Kota Payakumbuh menjadikan rendang sebagai magnet utama pariwisata berbasis gastronomi.
Potensi Ekosistem Kuliner Lokal
Pengembangan industri dan sentra produksi rendang di Payakumbuh berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi kreatif dan promosi daerah secara berkelanjutan.
Strategi Optimalisasi Ikon Daerah
Pentingnya integrasi antara promosi pariwisata, standarisasi kualitas kuliner lokal, dan dukungan pemerintah daerah untuk mempertahankan posisi Payakumbuh sebagai pusat kuliner rendang.
Informasi & Dokumen Penelitian
| Parameter | Detail |
| Judul Asli | Rendang Sebagai Ikon Kuliner Lokal Di Kota Payakumbuh |
| Penulis | Maryetti, Marya Yenny, Yudha Budi Abadi, Tobaroni, & Ignes Valencia |
| Institusi | Politeknik Sahid |
| Penerbit / Jurnal | Jurnal Sains Terapan Pariwisata (JSTP), Vol. 8 No. 2 (2023) |
| DOI | 10.56743/jstp.v8i2.263 |
| Akses Publikasi | Open Access Journal (OJS) |
🔗 [ BACA JURNAL LENGKAP / DOWNLOAD PDF (JSTP) ]
Sitasi Resmi Jurnal:
Maryetti, Yenny, M., Abadi, Y. B., Tobaroni, & Valencia, I. (2023). Rendang Sebagai Ikon Kuliner Lokal Di Kota Payakumbuh. Jurnal Sains Terapan Pariwisata, 8(2), 112–122.
DOI / Link Sumber: https://doi.org/10.56743/jstp.v8i2.263
