Kue Kareh Lapan-Lapan
Kue kareh lapan-lapan adalah salah satu kue tradisional khas Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Kue ini terbuat dari tepung beras, santan, gula, dan garam, dan memiliki bentuk yang unik menyerupai angka delapan.
Kue kareh lapan-lapan telah ada sejak zaman dahulu dan memiliki makna simbolis yang penting dalam budaya masyarakat Lima Puluh Kota. Angka delapan dalam bahasa Minangkabau dilambangkan dengan kata "lapan", dan melambangkan kesatuan dan keseimbangan. Oleh karena itu, kue kareh lapan-lapan sering disajikan pada acara-acara adat dan keagamaan sebagai simbol doa dan harapan untuk kelancaran dan keberkahan.
Kue kareh lapan-lapan dapat ditemukan di berbagai tempat di Kabupaten Lima Puluh Kota, terutama di pasar-pasar tradisional dan toko-toko kue. Dan kue kareh lapan-lapan adalah salah satu kekayaan kuliner tradisional Kabupaten Lima Puluh Kota yang patut dilestarikan. Kue ini memiliki rasa yang lezat, makna simbolis yang penting, dan mudah ditemukan di berbagai tempat di kabupaten tersebut.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau
