Capt. H. Josrizal Zain, S.E., M.M

 

Josrizal Zain—lengkapnya Capt. H. Josrizal Zain, S.E., M.M.—adalah seorang politikus yang pernah menjadi walikota Payakumbuh 2 periode. Ia lahir 5 Januari 1951 di Bukittinggi dan menikah dengan Elmar (alhm) dan Marina Damayanti, S.E., dan Josrizal pun dikaruniai 5 orang anak yaitu Erilia Bonita, S.E. (lahir 1975), Monica Oktaria, S.E. (lahir 1976), Reza Dinor Jos, BABA (lahir 1979), Stevina Noorlita Josrizal. Ia menempuh pendidikan dasarnya di SD Negeri 1 Payobasung, Payakumbuh (1957—1963) dan lalu dilanjutkan SMP Negeri 1 Solok (1963—1966) dan SMA Negeri 1 Payakumbuh (1966—1969). Adapun untuk pendidikan untuk sekolah tinggi ia tempuh di Akademisi Ilmu Pelayaran (1974), S1 Fakultas Ekonomi di Universitas Sriwijaya (1992) dan S2 di Jakarta (1966). Adapun dalam pekerjaan pada mulanya ia jalani sebagai Branch manager PTK Palembang (1987) dan lalu menjadi Manager Armada di Pertamina (1992). Josrizal juga pernah bekarja sebagai Dirut PT. Anugerah Mandiri Sukses (2002) dan Direktur Interna Freight Forwarder (1966).

              Dalam politik, Josrizal mengawali karirnya sebagai Walikota Payakumbuh yang berpasangan dengan Benny Muchtar periode 2002—2007. Ia dilantik pada 23 September 2002 menggantikan Darlis Ilyas. Pasangan Josrizal—Muchtar ini selesai ketika Benny Muchtar mengundurkan diri menjadi Wakil Walikota pada bulan Mei 2005. Dan pada masa sendirian ini ia berhasil menuai penghargaan Piala Adipura, Kota Sehat Tingkat Pembinaan, Bhakti Koperasi dan Satya Lencana. Sedangkan pada tahun 2006, Josrizal kembali menuai penghargaan Piala Adipura, Piala Kota Sehat Pemantapan, Satya Lencana Pembangunan, Penghargaan Aksara Madya, Prakarsa Pembangunan Manusia Indonesia.

              Josrizal kembali mencoba peruntungannya di dunia politik setelah masa jabatannya berakhir sebagai Walikota Payakumbuh pada tahun 2007. Kali ini ia berpasangan AKPB. Drs. Syamsul Bahri Dt. Bandaro Putiah dan menuai kemenangan kursi walikota untuk kedua kalinya. Pasangan ini pun dilantik pada 22 September 2007 dengan visi misi menjadikan Payakumbuh sebagai Kota Sehat dan Mandiri yang didukung oleh sumber daya manusia berkualitas, beriman, dan bertakwa. Dan pasangan ini pun menuai hasil Penghargaan Lakip 2007 dari Menpan. Sedangkan untuk tahun 2008 Payakumbuh mendapatkan gelar Kota Penggerak Koperasi. Juga Penghargaan Satyalencana Akutila dari Kejagung, Penghargaan dari Menteri Tenaga Kerjadan Transmigrasi. Sedangkan untuk tahun 2009, Josrizal juga menerima Penghargaan Kota Sehat dari Menteri Kesehatan karena melarang iklan rokok, setelahnya penghargaan di bidang kependudukan dan catatan sipil. Penghargaan selanjutnya diterima Josrizal adalah Piala Citra Bhakti Abdi Negara dalam pelayanan publik tahun 2010. Dan pada 8 Juni 2010, Josrizal kembali menerima Piala Adipura untuk yang kelima kalinya berturut-turut dan lalu mendirikan Tugu Adipura dengan meruntuhkan tugu yang lama pada lokasi saat ini di pertemuan Jalan Soekarno—Hatta dengan Jalan Soedirman. Penghargaan lainnya adalah Pembina Lingkungan Hidup Sumatera Barat (2011), Indonesia Green Region Award (IGRA) (2011), Piala Adipura (2012), Piala Kalpataru (2012), Piala SLHD (2012), Adiyata (2012), MDGs Award (2012), dll. Selama mengemban jabatan walikota, Josrizal mendapat pengalaman penugasan ke luar negeri seperti ke New Zeland (2006), Norwegia (2007), Thailand (2007), Vietnam (2009), dan China (2012).  

 

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url