H. Irsyad Syafar, Lc., M.Ed
H. Irsyad Syafar, Lc., M.Ed., adalah sosok yang menginspirasi di Sumatera Barat. Lahir pada 18 November 1970 di Bukittinggi dan tumbuh besar di Payakumbuh. Irsyad menunjukkan prestasi akademik yang gemilang sejak sekolah dasar hingga menengah. Perjalanan pendidikannya membawanya ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, kemudian ke Kuwait dan Mesir, di mana ia meraih gelar sarjana dan magister dengan predikat summa cum laude.
Kembali ke tanah air, Irsyad Syafar tidak hanya berkontribusi sebagai mubalig dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), tetapi juga mendirikan Perguruan Islam Ar-Risalah. Lembaga pendidikan ini, yang berfokus pada pengembangan pola asrama, telah berkembang pesat dan menjadi salah satu institusi pendidikan Islam terkemuka di Sumatera Barat. Selain itu, Irsyad Syafar juga aktif di dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat selama tiga periode berturut-turut. Pengalamannya sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat periode 2019–2024 menunjukkan dedikasinya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Keberhasilan Irsyad Syafar dalam menggabungkan peran sebagai mubaligh, pendidik, dan politikus menunjukkan bahwa ketiga bidang ini dapat saling menguatkan. Sebagai mubaligh, ia memberikan landasan moral dan spiritual dalam setiap tindakannya. Sebagai pendidik, ia berkontribusi dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas. Sebagai politikus, ia memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan umat dan masyarakat. Kontribusi Irsyad Syafar bagi masyarakat Sumatera Barat sangatlah besar. Melalui Ar-Risalah, ia telah memberikan akses pendidikan berkualitas bagi ribuan anak. Sebagai mubalig, ia aktif menyebarkan dakwah Islam yang menyejukkan. Sebagai politikus, ia telah memperjuangkan berbagai kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti peningkatan anggaran pendidikan dan kesehatan. Irsyad Syafar adalah teladan bagi generasi muda. Ia menunjukkan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan integritas, seseorang dapat meraih kesuksesan di berbagai bidang. Ia juga membuktikan bahwa agama dan politik dapat berjalan beriringan, asalkan dilandasi dengan niat yang tulus untuk melayani masyarakat.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh