Moeslim Kawi
Moeslim Kawi, nama yang mungkin tidak asing di telinga para pelaku dan pengamat dunia jurnalistik Indonesia, khususnya di Sumatera Barat dan Riau. Lahir pada 4 Agustus 1935 di Nagari Koto Tangah Simalanggang, Lima Puluh Kota, Moeslim Kawi mengabdikan hampir tiga perempat hidupnya untuk dunia kewartawanan. Ia wafat pada 1 Desember 2021 di Pekanbaru, meninggalkan jejak panjang sebagai seorang wartawan sejati. Masa kecil Moeslim Kawi dihabiskan di kampung halamannya, di mana ia menempuh pendidikan dasar. Ketertarikannya pada dunia tulis-menulis mulai tumbuh sejak usia muda. Setelah menamatkan SMP di Payakumbuh, ia bekerja sebagai pegawai tata usaha di SMEP. Namun, kecintaannya pada dunia jurnalistik mendorongnya untuk mengirimkan tulisan ke berbagai media massa.
Tahun 1955 menjadi titik awal karier jurnalistiknya. Ia mengirimkan tulisan ke mingguan Waktoe di Medan, dan kemudian menjadi kontributor tetap Harian Njata di Bukittinggi. Tulisan-tulisannya yang unik dan menarik, serta kemampuannya dalam menyampaikan berita dengan akurat, membuatnya cepat dikenal. Kode "MK" yang selalu ia cantumkan di akhir tulisannya menjadi identitasnya sebagai seorang wartawan. Moeslim Kawi dikenal sebagai sosok wartawan yang gigih dan berdedikasi. Ia tidak pernah lelah mencari dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan bersahaja, meskipun telah malang melintang di dunia jurnalistik.
Sepanjang kariernya, Moeslim Kawi telah memberikan kontribusi besar bagi dunia jurnalistik Indonesia. Ia telah melahirkan banyak karya jurnalistik yang berkualitas, dan telah menjadi inspirasi bagi banyak wartawan muda. Dedikasinya pada dunia jurnalistik patut diacungi jempol. Kepergian Moeslim Kawi meninggalkan duka mendalam bagi dunia jurnalistik Indonesia. Namun, warisan yang ia tinggalkan akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi wartawan selanjutnya.