RENO ANDAM SURI
Reno Andam
Suri, lahir di Jakarta pada 2 Desember 1971, adalah sosok wanita Indonesia yang
memiliki dedikasi tinggi terhadap pelestarian kuliner tradisional, khususnya
rendang. Ia bukan hanya seorang ahli kuliner, tetapi juga seorang penulis dan
wiraswastawati yang sukses. Reno memiliki akar budaya yang kuat dari Nagari
Koto Nan Ompek, Payakumbuh. Warisan budaya Minangkabau ini menjadi landasan
kuat bagi kecintaannya pada rendang. Kecintaannya ini mendorongnya untuk
menjelajahi berbagai wilayah di Sumatera Barat, menelusuri asal-usul dan
variasi rendang. Perjalanan ini kemudian ia tuangkan dalam buku "Rendang
Traveler: Menyingkap Bertuahnya Rendang Minang dan Legacy to the world - Minang
Kabau - West Sumatra Rendang", yang menjadi kontribusi berharga dalam
dokumentasi kuliner Indonesia.Reno tidak hanya terpaku pada tradisi,
tetapi juga berinovasi dalam mengembangkan bisnis rendang. Ia mendirikan
"Rendang Uni Farah", sebuah merek rendang kemasan modern yang diambil
dari nama putri pertamanya. Langkah ini menunjukkan kemampuannya dalam
menggabungkan tradisi dengan kebutuhan pasar modern, sehingga rendang dapat
dinikmati oleh lebih banyak orang di berbagai tempat. Keahlian kuliner Reno
juga membawanya ke dunia perfilman. Bersama kakaknya, Adzan Tri Budiman, ia
terlibat dalam pembuatan film "Tabula Rasa" sebagai penasihat
kuliner. Film ini mengangkat tema kuliner Indonesia dan mendapatkan apresiasi
positif dari kritikus dan penonton.
Reno adalah lulusan Desain Grafis dari Universitas Trisakti, Jakarta, dan melanjutkan pendidikan pascasarjana di Sekolah Tinggi Pariwisata di universitas yang sama. Kombinasi pendidikan dan pengalaman praktisnya menjadikannya sosok yang kompeten dalam bidang kuliner dan kewirausahaan. Pada tahun 2009, ia menerima penghargaan Wanita dan Wirausaha Femina, yang menjadi bukti pengakuan atas kontribusinya. Dedikasinya terhadap rendang tidak hanya memperkenalkan kuliner Indonesia ke dunia, tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya bangsa.