Dokter Gerilya dari Suliki: Biografi Prof. dr. H. Achmad Darwis Dt. Batu Bosa

 


Judul Buku: Dokter Gerilya dari Suliki: Biografi Prof. dr. H. Achmad Darwis Dt. Batu Bosa

Penulis: Dedi Kurniawan

Penyunting: Feni Efendi

Penata Letak: Feni Efendi

Desain Sampul: Feni Efendi

                       

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit PAJACOMBO TANAH PAYAU

Tolang, Jorong Koto Tangah, Nagari Lubuak Batingkok, Kec. Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat 26271

Email: pajacombo@gmail.com

Website: www.pajacombo.com

Hp/WA: 081377856115

 

 ISBN 978-634-05-5748-0

Cetakan Pertama, September 2026

viii + 63 hlm: 14,8 x 21 cm

Front Palatino, 1,15 Spasi, Size 11

 

SINOPSIS

Buku ini hadir sebagai bentuk ikhtiar untuk mencatat, merawat, dan meng-hadirkan kembali rekam jejak seorang tokoh besar Minangkabau yang telah memberikan kontribusi nyata bagi dunia kedokteran, pergerakan kemerdekaan, hingga basis pertahanan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Kehadiran karya ini diharapkan mampu mengisi ruang kosong dalam penulisan sejarah lokal dan nasional yang berfokus pada keteladanan para intelektual bumiputra. 

Perjalanan hidup Prof. dr. H. Achmad Darwis Dt. Batu Bosa merupakan gambaran utuh dari perpaduan antara keunggulan akademis, keteguhan adat, dan kesadaran patriotisme. Mengawali pendidikan medis hingga meraih gelar Indische Arts dari Nederlandsch-Indische Artsen School (NIAS) Surabaya pada tahun 1929, beliau tidak pernah melepaskan akar kebudayaannya sebagai pemangku adat Datuak Batu Bosa di Suliki. Pengabdian beliau membentang luas, mulai dari riset epidemiologi kusta di Lamongan, kepemimpinan di Rumah Sakit Tambang Ombilin Sawahlunto, hingga mendirikan Rumah Sakit Front Padang Loweh demi mera-wat para pejuang kemerdekaan. 

Penulisan buku ini mengintegrasikan dokumen-dokumen sejarah, catatan penelitian medis, serta tradisi lisan masyarakat tempatan. Melalui pendekatan sosiologis dan historis, pembaca diajak untuk memahami bagaimana sebuah rumah tinggal warga sederhana di Jorong Padang Loweh dapat bertransformasi menjadi pusat rujukan medis gerilya yang menyelamatkan banyak nyawa pejuang di garis depan.  Rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada keluarga besar almar-hum Prof. dr. H. Achmad Darwis Dt. Batu Bosa, para sejarawan, tokoh masyarakat Suliki dan Kabupaten Lima Puluh Kota, serta tim peneliti yang telah meluangkan waktu untuk berbagi sumber data, dokumen arsip, dan kesaksian sejarah. Tanpa keikhlasan dan kerja sama dari seluruh pihak, naskah ini tentu tidak akan terwujud dalam bentuk yang utuh dan komprehensif.

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url