Kriyasi Nasional: Kriya Sulam dan Anyam Payakumbuh Disiapkan Tembus Pasar Global
PAYAKUMBUH, — Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) menyiapkan produk kriya sulam dan anyam lokal agar mampu menembus pasar internasional. Payakumbuh terpilih sebagai satu dari tiga daerah di Indonesia yang dipercaya menggelar program Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) 2026.
Penutupan Kegiatan Kriyasi Sulam dan Anyam Sesi 2 dipimpin Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman di Ballroom Hotel Mangkuto Syariah, Kamis (24/9/2026). Program fasilitasi hasil kolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) tersebut melibatkan 50 pelaku ekonomi kreatif daerah.
Elzadaswarman, mewakili Wali Kota Zulmaeta, menegaskan bahwa pendampingan ini dirancang untuk mendongkrak kelas kerajinan tradisional menjadi produk bernilai ekonomi dan estetika tinggi.
"Produk sulam dan anyam Payakumbuh tidak boleh berhenti sekadar kerajinan tradisional, tetapi harus bertransformasi menjadi produk bernilai budaya dan ekonomi tinggi. Pelatihan ini menjadi landasan agar kriya lokal inovatif dan menjawab selera pasar yang lebih luas," ujar Elzadaswarman.
Ia mengingatkan para perajin agar mengimplementasikan pengetahuan desain, standar pengemasan, serta teknologi pemasaran digital dalam proses produksi harian.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Direktorat Kriya Kemenekraf/Bekraf Yuke Sri Rahayu menyampaikan, pemerintah pusat berkomitmen mengawal ekosistem kriya daerah agar memiliki daya saing nasional maupun global.
"Melalui pendampingan ini, kami berpesan agar perajin Payakumbuh tidak ragu mengeksplorasi ide baru, tetapi tetap mempertahankan identitas kearifan lokal. Itulah kekuatan utama kriya kita dalam menghadapi tren pasar global," kata Yuke.
Rangkaian Kriyasi Sesi 2 yang berlangsung sejak 22 September 2026 ini merupakan keberlanjutan dari tahap pertama pada Agustus lalu. Kegiatan ditutup dengan penyerahan hasil karya inovasi produk perajin peserta pendampingan.
