RAMPAI CINTO HANANI

 


Judul Buku                       : RAMPAI CINTO HANANI

Penulis                               : Nova

Penata Letak                  : Feni Efendi

Desain Sampul               : Feni Efendi

                       

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit PAJACOMBO TANAH PAYAU

Jl. Simpang Politani – Gurun. Tolang, Jorong Koto Tongah, Nagari Lubuak Batingkok,

Kec. Harau, Kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat 26271

HP/WA: 082384852758

Email: pajacombo@gmail.com

Website: www.pajacombo.com 

 

 ISBN 978-634-05-6450-1

Cetakan Pertama, September 2026

viii + 126 hlm: 13 x19 cm

Font Baskerville Old Face, 1,15 Spasi, Size 10,5

 

SINOPSIS

Kisah dalam novel ini mengalir melalui sudut pandang seorang kurator arsip muda yang mendedikasikan hidupnya untuk merestorasi doku-men serta benda-benda pusaka peninggalan masa lalu. Di tengah kesunyian ruang arsip dan rutinitas merawat jejak sejarah, sebuah penemuan tak terduga mengubah jalan pikirannya. Sebuah diari tua yang terselip di antara buku-buku catatan sejarah membuka tabir korespondensi emosional dan rahasia cinta masa lalu yang sarat akan makna.

Surat-surat rahasia tersebut ditulis dalam bahasa Melayu dan ejaan lama Bahasa Indonesia, merekam jalinan asmara dua insan yang terpisah oleh sekat adat serta jarak yang membentang. Kehadiran teks-teks lama ini tidak hanya menjadi latar sejarah, tetapi juga sarana untuk meresapi kein-dahan bahasa dan keanggunan tata cara menyampaikan rasa pada masa lampau, di mana setiap bait kata ditimbang dengan ketelitian dan peng-hormatan.

Pencarian cinta yang diusung dalam Rampai Cinto Hanani sengaja tidak dirancang sebagai drama romantis yang klise atau pencarian belahan jiwa yang dramatis. Sebaliknya, novel ini berupaya menyoroti bahwa cinta sejati merupakan buah dari kesabaran yang panjang, prinsip saling menjaga kehormatan sesuai dengan nilai-nilai etika lokal, serta dedikasi murni untuk tumbuh bersama tanpa didasari ketamakan untuk memiliki secara egois.

Melalui metafora pekerjaan sang kurator, analogi restorasi arsip digunakan untuk memahami hakikat hubungan antarmanusia. Cinta yang tulus tidak selalu datang dalam bentuk yang utuh dan sempurna sejak awal, melainkan seperti lembaran-lembaran arsip tua yang rapuh—ia perlu dipu-lihkan, dirawat, dan dirajut kembali dengan penuh kehati-hatian, ketelitian, serta ketulusan hati.

Perjalanan Hanani dalam karya ini merupakan sebuah potret kete-guhan prinsip, dedikasi akademis, dan upaya pencarian makna cinta yang autentik di tengah derasnya arus modernisasi. Di era ketika segala sesuatu serba cepat dan instan, kisah Hanani mengajak kita untuk kembali meng-hargai proses, menjaga warisan nilai-nilai luhur, serta memahami bahwa kedalaman rasa membutuhkan waktu dan pengorbanan.

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url