Brigjen TNI (Purn) dr. Dubel Meriyenes, Sp.B
Brigjen TNI (Purn) dr. Dubel Meriyenes, Sp.B. merupakan sosok perwira tinggi yang menjadi kebanggaan masyarakat Minangkabau, khususnya bagi warga Nagari Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota. Lahir di Padang pada 15 Agustus 1957, beliau membawa identitas kultural yang kuat sebagai putra asli daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur tanah kelahirannya. Sebagai bagian dari kaum Suku Pitopang, dr. Dubel mewarisi karakter gigih dan tekad kuat yang menjadi landasan utama dalam meniti karier cemerlang di dunia militer dan kedokteran. Perjalanan akademis dan profesionalnya dimulai dari kecintaan terhadap dunia kesehatan yang kemudian dipadukan dengan semangat patriotisme. Sebagai seorang spesialis bedah (Sp.B.), beliau tidak hanya bertugas di balik meja, tetapi juga terjun langsung dalam penanganan medis yang krusial. Kombinasi keahlian bedah yang presisi dan disiplin militer yang ketat menempa dirinya menjadi sosok dokter prajurit yang tangguh dan sangat dihormati oleh rekan sejawat maupun bawahannya di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Karier militer dr. Dubel Meriyenes mencapai puncaknya ketika beliau dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Direktur Kesehatan Angkatan Darat (Dirkesad). Jabatan strategis ini resmi beliau duduki mulai tanggal 10 Desember 2013 hingga April 2015. Sebagai pimpinan tertinggi di korps kesehatan, beliau bertanggung jawab penuh atas manajemen layanan kesehatan bagi seluruh prajurit dan keluarga besar TNI AD di seluruh pelosok negeri, sebuah tanggung jawab yang menuntut integritas dan visi yang tajam. Selama masa kepemimpinannya sebagai Dirkesad, dr. Dubel dikenal sebagai sosok yang fokus pada peningkatan kualitas fasilitas kesehatan militer dan kesejahteraan medis prajurit. Beliau menyadari bahwa kesehatan adalah pilar utama kesiapan tempur. Di bawah arahannya, berbagai program penguatan rumah sakit tentara dan sistem rujukan medis diperbaiki guna memastikan setiap prajurit mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan modern sesuai dengan tuntutan zaman.
Keberhasilan dr. Dubel Meriyenes meraih pangkat jenderal bintang satu (Brigadir Jenderal) bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan simbol keberhasilan regenerasi putra daerah dari pelosok Sumatera Barat di kancah nasional. Beliau membuktikan bahwa asal-usul dari sebuah nagari yang jauh dari kota bukanlah penghalang untuk meraih posisi puncak di institusi sebesar TNI. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi banyak pemuda di Lima Puluh Kota untuk berani bermimpi setinggi langit dan mengabdi kepada nusa dan bangsa. Meskipun telah purna tugas, rekam jejak dr. Dubel tetap membekas melalui dedikasinya yang tanpa pamrih. Kepemimpinannya yang humanis namun tegas mencerminkan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang dipegangnya teguh sebagai orang Minang. Keahlian bedahnya telah menyelamatkan banyak nyawa, sementara kepemimpinan militernya telah memperkuat fondasi kesehatan pertahanan negara, menciptakan warisan profesionalisme yang patut diteladani oleh generasi penerus Korps Kesehatan TNI. Beliau akan selalu diingat sebagai jenderal yang rendah hati, dokter yang ahli, yang telah mengharumkan nama daerahnya di kancah nasional melalui jalur pengabdian militer yang mulia.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh