Museum Situs Lubang Tambang Mbah Soero di Sawahlunto

Lembah Mbah Suro. Foto: koran-jakarta.com

     Lembah Mbah Suro merupakan nama yang erat kai-tannya dengan sejarah pertambangan batu bara di Sawah-lunto. Nama ini diambil dari salah satu lubang tambang utama yang dulu menjadi pusat aktivitas penambangan di kota ini. Mbah Suro sendiri adalah seorang mandor yang mengawasi para pekerja tambang, yang kala itu sering disebut sebagai "orang rantai". Mereka merupakan pekerja paksa yang berasal dari berbagai daerah di Hindia Belanda, termasuk Batavia. Dan kondisi kerja mereka sangatlah berat dan kejam, sehingga banyak yang tidak bertahan hidup. Kisah-kisah pilu tentang penderitaan para pekerja tambang ini masih tersimpan dalam ingatan masyarakat Sawahlunto.

      Lubang Tambang Mbah Suro kini telah menjadi sebuah museum yang menyajikan berbagai informasi tentang sejarah pertambangan di Sawahlunto. Pengunjung dapat menyusuri terowongan tambang sepanjang 185 meter dan melihat langsung kondisi kerja para penambang pada zaman dahulu. Selain itu, terdapat juga galeri yang menampilkan berbagai artefak, foto-foto, dan dokumen-dokumen terkait sejarah pertambangan batu bara di Sawahlunto. Dengan melestarikan Lembah Mbah Suro, kita tidak hanya menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk negeri ini, tetapi juga menjaga warisan budaya dan sejarah bangsa.

 

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url