Dra. Hj. Welya Safitri, M.Si
Dra. Hj. Welya Safitri, M.Si., lahir pada 9 Januari 1968 di Payakumbuh, Sumatera Barat, adalah figur perempuan Indonesia yang kiprahnya merentang luas di berbagai bidang. Ia dikenal sebagai seorang politisi, aktivis Islam, dan pengusaha yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pemberdayaan perempuan dan kemajuan bangsa. Welya Safitri menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia dan IAIN Imam Bonjol Padang, yang menjadi landasan kuat bagi perjalanan karirnya. Keilmuan yang diperolehnya, terutama di bidang politik dan keislaman, menjadi modal berharga dalam kiprahnya di berbagai organisasi dan lembaga.
Salah satu tonggak penting dalam karir Welya Safitri adalah keterlibatannya dalam organisasi Islam. Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Perempuan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), sebuah organisasi yang memiliki peran strategis dalam pengembangan intelektual dan pemberdayaan umat Islam di Indonesia. Selain itu, ia juga aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai Wakil Sekretaris Jenderal pada periode 2010-2015, serta menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) sejak 2013. Welya Safitri juga memiliki pengalaman yang kaya di dunia politik. Ia pernah menjadi Anggota MPR RI Fraksi Utusan Golongan pada periode 1999-2004, yang memberikan kesempatan baginya untuk berkontribusi langsung dalam perumusan kebijakan negara. Saat ini, ia aktif di Partai Amanat Nasional (PAN) dan menjabat sebagai Ketua Badan Pemberdayaan Perempuan (BPP) DPP PAN.
Selain aktif di organisasi dan politik, Welya Safitri juga seorang pengusaha yang sukses. Ia menjabat sebagai Direktur PT. Elaf Qubah Tour and Travel, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, serta memiliki usaha di bidang fesyen dengan merek Arisha Collection. Kiprahnya sebagai pengusaha menunjuk-kan bahwa ia tidak hanya memiliki visi sosial dan politik, tetapi juga kemampuan untuk berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di balik kesibukannya, Welya Safitri adalah seorang ibu dan istri yang penuh kasih sayang. Ia menikah dengan Edwar dan dikaruniai tiga orang anak, yaitu Arisha Khairunnisa, Nabila Safira, dan Fitria Qotrul Jannati. Keluarga menjadi sumber kekuatan dan inspirasi baginya dalam menjalani berbagai peran dan tanggung jawab. Dedikasi Welya Safitri terhadap pemberdayaan perempuan terlihat dari berbagai posisi yang diembannya. Sebagai Ketua Umum Gerakan Perempuan ICMI dan Ketua BPP DPP PAN, ia aktif memperjuangkan hak-hak perempuan dan mendorong partisipasi mereka dalam berbagai bidang kehidupan. Ia juga memiliki kepedulian yang besar terhadap isu-isu sosial dan keagamaan, serta aktif dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh