Membangun Ketangguhan Daerah, BPBD Kota Payakumbuh Intensifkan Sosialisasi Mitigasi
PAYAKUMBUH, — Upaya menekan risiko bencana di Kota Payakumbuh terus digenjot melalui penguatan pemahaman mitigasi. Pada hari kedua sosialisasi mitigasi kebencanaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh menegaskan bahwa langkah mitigasi bukan sekadar upaya penyelamatan fisik, melainkan bagian dari strategi makro dalam pengentasan kemiskinan.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mewakili Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, di Aula Peternakan Provinsi Sumatera Barat, Rabu (1/7/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung, Sekretaris BPBD Kota Payakumbuh, Tuti Erlina, SE, MM, hadir sebagai narasumber utama. Acara itu turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Arman Riska.
Tuti menekankan, bencana alam selama ini menjadi salah satu faktor pemicu kemiskinan baru. Ketika bencana melanda, masyarakat sering kali kehilangan aset produktif, tempat tinggal, hingga sumber mata pencaharian utama. Hal tersebut, menurutnya, secara otomatis meningkatkan beban ekonomi keluarga dan menghambat laju pembangunan daerah.
"Melalui mitigasi yang terencana dan sistematis, kita berupaya meminimalkan kerugian akibat bencana. Dengan melindungi aset masyarakat dan menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga dari ancaman bencana, secara langsung kita sedang melakukan upaya pengentasan kemiskinan," ujar Tuti Erlina, SE, MM dalam paparannya.
Sosialisasi ini difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan warga menghadapi berbagai ancaman bencana yang kerap mengintai Kota Payakumbuh, seperti banjir, cuaca ekstrem, dan kebakaran. Pengetahuan mengenai langkah-langkah preventif dinilai krusial agar masyarakat tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga memiliki ketangguhan dalam menghadapi situasi kedaruratan.
BPBD Kota Payakumbuh berharap kegiatan ini mampu mentransformasi pola pikir masyarakat dari yang sebelumnya bersifat reaktif menjadi proaktif. Dengan keterlibatan aktif warga, diharapkan terbentuk ekosistem yang mandiri dalam pengurangan risiko bencana.
Transformasi ini selaras dengan visi daerah untuk menciptakan masyarakat yang tangguh bencana demi mendukung keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Kegiatan ini ditutup dengan semangat kolektif yang tertuang dalam semboyan: "Masyarakat Cerdas Bencana, Kota Payakumbuh Tangguh Bencana. Siaga Bersama, Selamat Bersama."
